Pengunjung Wanita di Rutan Cilodong Selundupkan Ponsel di Celana Dalam

Kompas.com - 19/01/2019, 18:27 WIB
Karutan Kelas II B, Cilodong Kota Depok Bawono Ika Sutomo di Rutan Kelas II B Depok, Jalan Nasir, Cilodong, Selasa (4/9/2018). Kompas.com/Cynthia LovaKarutan Kelas II B, Cilodong Kota Depok Bawono Ika Sutomo di Rutan Kelas II B Depok, Jalan Nasir, Cilodong, Selasa (4/9/2018).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com- Seorang wanita yang hendak berkunjung ke Rutan Kelas IIB Cilodong, Depok kedapatan menyelundupkan ponsel di celana dalamnya.

Petugas menduga, ponsel tersebut akan digunakan pelaku untuk melanggar aturan hukum.

Kapala Rutan Kelas II B Depok Bawono Ika mengatakan, temuan itu berawal ketika Erna, pelaku, hendak melakukan kunjungan terhadap seorang napi pukul 11.30 WIB.

“Kan biasa ya kalau mau masuk pasti diperiksa, nah ketika petugas wanita melakukan pemeriksaan, ditemukanlah satu ponsel yang diselipkan di dalam celana dalam," ucap Bawono saat dihubungi, Sabtu (19/1/2019).


Baca juga: 688 Warga Binaan Rutan Depok Lakukan Perekaman E-KTP

Karena perbuatannya dianggap menyalahi aturan, Erna saat ini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Rutan Cilodong .

Petugas juga memeriksa Ade Laken, narapidana kasus pencurian ini yang sebelumnya ingin ditemui Erna. Ponsel itu diduga akan diberikan kepada napi.

“Ya keduanya sedang kami periksa, barang bukti juga telah kami amankan untuk proses lebih lanjut agar ketahuan apa alasan pelaku ini menyelundupkan ponsel," ucap Bawono.

Baca juga: Upaya Mengatasi Kelebihan Kapasitas di Rutan dan Lapas DKI Jakarta...

Akibat perbuatannya, pelaku akan dikenakan sanksi tegas berupa pembatasan waktu besuk selama beberapa bulan. 

“Hal ini kami lakukan untuk tidak ada lagi yang melakukan penyelundupan ponsel atau barang apa pun. Jadi efek jera juga,” ujar Bawono.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Perencanan Peledakan Bom Molotov Dosen Nonaktif IPB Diadakan di Rumah Soenarko

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Jelang Pelantikan Presiden-Wapres, Penumpang Bus di Kalideres Diperiksa

Megapolitan
Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Tepergok Korban, Maling Ditangkap Setelah Lukai Pasutri

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing di Tempat Umum

Megapolitan
Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Ninoy Karundeng Bantah Diobati Dokter Insani Saat Dianiaya

Megapolitan
Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Tolak Berhubungan Badan, Wanita di Cikupa Dianiaya Pacarnya

Megapolitan
Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Dishub DKI Sedang Kaji 3 Hal Terkait Pengoperasian Skuter Elektrik

Megapolitan
Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Pengoperasian Becak Listrik di Jakarta Terganjal Perda

Megapolitan
Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Polda Metro Jaya Nyatakan Tak Buat Pesan Berantai soal Pengamanan Ibadat di Gereja

Megapolitan
Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Viral, Seorang Pria Dikeroyok di Stasiun Jurangmangu

Megapolitan
Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Ditinggal Pergi Ibu, Balita Tewas Setelah Terjatuh dari Lantai 7 Rusunawa Tambora

Megapolitan
Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Ketua RT Tugu Selatan Kerepotan Atur Penerangan Jembatan Kerang Hijau

Megapolitan
Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Hari-hari Terakhir Affan, Bocah 10 Tahun yang Tewas Ditabrak Kereta Api

Megapolitan
Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Setelah Nenek Buta Huruf Ditipu, Kini Rumahnya Berdiri di Atas Tanah dengan 2 Pemilik Berbeda

Megapolitan
Polisi: Bom Rakitan yang Disita Bersama Abdul Basith Berdaya Ledak Radius 30 Meter

Polisi: Bom Rakitan yang Disita Bersama Abdul Basith Berdaya Ledak Radius 30 Meter

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X