1.500 Surat Tilang Sudah Dikirim ke Pelanggar ETLE

Kompas.com - 20/01/2019, 11:00 WIB
Penindakan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik yang mulai dilakukan pada Kamis (1/11/2018) di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.KOMPAS.com/ RIMA WAHYUNINGRUM Penindakan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik yang mulai dilakukan pada Kamis (1/11/2018) di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat sebanyak lebih kurang 1.500 surat tilang telah dikirim ke pelanggar electronic traffic law enforcement ( ETLE) di Jakarta.

Penilangan kepada pelanggar dimulai sejak pemberlakuan ETLE pada 1 November 2018.

"Kurang lebih 1500-an (surat tilang) sudah dikirim. Kalau sampai waktu tertentu tidak ada (dibayar denda) akan diblokir juga," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (20/1/2019).

Baca juga: Begini Tahapan Tilang ETLE hingga STNK Kendaraan Diblokir

Menurut dia, dalam pemberian surat tilang membutuhkan waktu hingga pelanggar menindaklanjuti pelanggarannya.

"Butuh waktu, ada tahapan konfirmasi tiga hari, tahapan tilang lima hari, dan sampai 7 hari menunggu respon," ujarnya.

Apabila pelanggar tidak memenuhi tanggung jawabnya, STNK pelanggar akan diblokir.

Baca juga: 800 STNK Diblokir karena Tak Bayar Denda Tilang ETLE

Yusuf mengatakan, hingga pekan lalu, pihaknya telah memblokir lebih kurang 800 STNK pelanggar.

"Kenapa diblokir karena mereka melanggar, ter-capture dan tidak ada konfirmasi, tidak ada respon," kata Yusuf.

Selain itu, pemblokiran juga dilakukan pada pelanggar yang mengonfirmasi pelanggarannya, tetapi tidak membayar denda.

Baca juga: Polisi Masih Sinkronisasi Data agar Kendaraan Non-pelat B Kena Tilang ETLE

Akibatnya, pelanggar tidak bisa mengesahkan STNK di kantor samsat setempat untuk membayar pajak.

"Untuk membuka blokirnya mereka harus membayar denda tilang itu, baru bisa dibuka," ujarnya. 


Terkini Lainnya


Close Ads X