Tipu Mendagri Tjahjo Rp 10 Juta, Pelaku Gunakan untuk Berjudi

Kompas.com - 21/01/2019, 16:20 WIB
Jajaran Polda Metro Jaya saat melakukan press conference kasus pencurian dan penipuan di Mainhall Gedung Utama Polda Metro Jaya, Senin (21/1/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAJajaran Polda Metro Jaya saat melakukan press conference kasus pencurian dan penipuan di Mainhall Gedung Utama Polda Metro Jaya, Senin (21/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembantu Unit II Resmob Polda Metro Jaya AKP Reza Pahlevi mengatakan, tersangka NSN (35) menggunakan uang hasil menipu Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk berjudi.

Ia menipu Tjahjo dengan modus mengaku sebagai kepala sekolah untuk meminta bantuan uang Rp 10 juta.

Tersangka menyebut dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan mushala di SD Rejosari, Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga: Menipu, Pria Ini Dapat Nomor Mendagri Tjahjo Kumolo dari Grup WhatsApp

Tjahjo diketahui merupakan alumni sekolah tersebut. 

"Berdasarkan pengakuan tersangka, uang hasil dari transferan digunakan untuk bermain judi," kata Reza di Gedung Utama Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Reza mengatakan, tersangka mendapatkan nomor pribadi Tjahjo dari grup WhatsApp.

"(Dapat nomor) dari grup WhatsApp, lalu dia menghubungi langsung Bapak Menteri, tetapi Bapak Menteri minta tolong stafnya untuk transfer," ujarnya.

Baca juga: Mendagri Tjahjo Kumolo Kena Tipu Kepala Sekolah Gadungan Rp 10 Juta

Saat ini, polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengetahui grup WhatsApp milik tersangka.

"Masih penyidikan tentang bagaimana grup itu mendapatkan nomor Mendagri dan sudah berapa lama dia beraksi," kata Reza.

Sebelumnya, NSN ditangkap setelah staf Tjahjo melaporkan kejadian penipuan tersebut ke Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/21/I/2019/PMJ/Ditreskrimum tanggal 3 Januari 2019.

Staf Tjahjo melaporkan kejadian itu setelah memantau perkembangan pembangunan mushala.

Namun, ia tak menemukan adanya pembangunan masjid di sekolah tersebut. Pihak sekolah juga mengakui tersangka tidak terdaftar sebagai kepala sekolah.

Atas kasus penipuan tersebut, tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 4 dan atau Pasal 5 jo Pasal 2 Ayat 1 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X