Apresiasi dari Luhut bagi Tim Penyelam Penemu "Black Box" Lion Air

Kompas.com - 22/01/2019, 07:29 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers soal penemuan black box berisi cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 di Kantor Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers soal penemuan black box berisi cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 di Kantor Kemenko Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memuji kerja para penyelam TNI AL dan tim yang menemukan  black box berisi cockpit voice recorder ( CVR) pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 pada 14 Januari lalu.

Tim itu, kata Luhut, telah berjuang sampai titik darah penghabisan untuk menemukan CVR Lion Air. Luhut pun berterima kasih untuk kerja keras tim tersebut.

"Proses pencarian itu memang betul-betul sulit karena arusnya kencang, jarak pandang cuma 1,5 meter, dan waktunya sudah mau habis, tapi mereka bekerja tim," ujar Luhut, Senin (21/1/2019).

Baca juga: Luhut Bandingkan Kinerja Penemu Black Box CVR Lion Air dengan Tim Sewaan dari Singapura

Menurut Luhut, kerja sama tim penemu CVR itu memodifikasi cara-cara yang telah dilakukan tim yang disewa dari Singapura.

Tim yang disewa dari Singapura memang berkontribusi memperkecil area pencarian, tetapi tim dari Indonesia lah yang menemukan CVR Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober 2018 itu.

"Mereka memodifikasi cara-cara yang tadinya konvensional yang dilakukan tim yang disewa dari Singapura yang cukup mahal disewanya, kalau enggak keliru hampir 3,5 juta dollar AS selama 10 hari, dan tidak berhasil," kata Luhut.

Untuk menemukan CVR itu, para penyelam TNI AL dan tim melakukan upaya pencarian CVR dengan telepon air.

Tim dari atas kapal KRI mengendalikan para penyelam untuk menemukan CVR di dalam perairan Karawang.

"Orang lain tidak melaksanakan dengan cara-cara mereka ini, ada trik-triknya akhirnya pakai telepon air dari atas ke bawah, mengendalikan empat penyelam yang berputar mencari CVR ini," ucap Luhut.

Berkat kerja sama tim, lanjut dia, black box CVR Lion Air PK-LQP dapat ditemukan pada kedalaman 35 meter.

Penghargaan

Luhut tidak mau membeberkan penghargaan yang diberikan pemerintah kepada empat penyelam TNI AL yang berhasil menemukan CVR itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Ketua DPRD Minta Kasus Hepatitis A di SMPN 20 Depok Ditangani Serius

Megapolitan
Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Rekonstruksi Penyiraman Air Keras di Jakbar Jadi Tontonan Warga

Megapolitan
Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Sering Diberitakan karena Gugatan Orangtua Murid, SMA Kolese Gonzaga: Itu Iklan Gratis

Megapolitan
Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Malam Tahun Baru, Jam Operasional KRL Diperpanjang hingga Pukul 02.00 WIB

Megapolitan
Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Kusni Kasdut Penjahat yang Fenomenal: Tobat Setelah Empat Vonis Hakim (4)

Megapolitan
Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Kapasitas Jakarta International Stadium 82.000 Penonton

Megapolitan
PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

PT KAI Beri Kompensasi atas Keterlambatan Kereta Api Antarkota

Megapolitan
Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Jalani Adegan Rekonstruksi, Begini Cara Tersangka Siram Korban dengan Air Keras

Megapolitan
Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Mengenal Dua Jenis Marka di Jalur Sepeda

Megapolitan
Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Sejumlah Rumah di Tangsel Retak, Warga Diminta Mengungsi

Megapolitan
BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

BPBD Tangsel Buat Serapan Air untuk Cegah Longsor karena Pergeseran Tanah

Megapolitan
Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Ditegur karena Tak Sopan, Anggota Ormas Pukuli Kuli Bangunan di Pondok Aren

Megapolitan
Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Orangtua Ungkap Alasan Mau Berdamai dengan SMA Gonzaga Terkait Murid Tinggal Kelas

Megapolitan
Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Ini Tiga Poin Kesepakatan Damai SMA Kolese Gonzaga dan Orangtua Murid

Megapolitan
Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Diduga Bobol ATM, 10 Oknum Satpol PP Resmi Dipecat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X