KPAI Soroti Ketiadaan Pengamanan di Lab Sekolah yang Jadi Gudang Narkoba

Kompas.com - 23/01/2019, 09:10 WIB
KPAI Mengunjungi Sekolah yang menjadi Gudang Peredaran Narkoba Dok. KPAI JakartaKPAI Mengunjungi Sekolah yang menjadi Gudang Peredaran Narkoba

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan peninjauan ke sekolah Al-Kamal yang disebut sebagai lokasi gudang penyimpanan narkoba pada Sabtu (18/1/2019) lalu.

Retno Listyarti, salah satu Komisioner KPAI menyebutkan, ia sama sekali tidak melihat ada pengamanan di lokasi laboratorium yang diduga sebagai tempat digerebeknya pengedar narkoba.

Baca juga: Kadisdik Diminta Tinjau Lab Sekolah Al Kamal yang Jadi Gudang Narkoba

"Saat KPAI melihat TKP (Tempat Kejadian Perkara), KPAI tidak melihat police line di sekitar TKP," ungkap Retno saat dikonfirmasi Kompas.com pada Rabu (23/1/2019) pagi.

Retno mengatakan, ia juga sempat mengelilingi yayasan yang memiliki empat gedung tersebut.

Dari hasil pengamatannya, gedung A, B, dan C biasa digunakan oleh Yayasan Al-Kamal sebagai tempat belajar-mengajar siswa, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi.

Sementara di gedung D, terdapat laboratorium tempat di mana Polsek Kembangan melakukan penggerebekan pada Kamis (10/1/2019) lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat berinteraksi dengan pihak yayasan, Retno menyebutkan mereka awalnya tidak mengetahui adanya penyergapan di sekolah tersebut.

Mereka baru mengetahui informasi tersebut setelah beberapa wartawan menyambangi sekola untuk meminta keterangan.

"Informasi kepastian terduga pelaku pengedar narkoba yang ditangkap kepolisian di lingkungan sekolah tersebut justru didapat pihak yayasan dengan cara mendatangi langsung Polsek Kembangan," ungkap Ratna.

Baca juga: Temui DPRD, Yayasan Al-Kamal Jakarta Mengadu Temuan Gudang Narkoba di Sekolah

Ratna juga menyebutkan, pihak Yayasan Al-Kamal mengonfirmasi bahwa mereka mengenali kedua pelaku pengedar narkoba yang merupakan alumni sekolah tersebut sekaligus anak dari penjaga sekolah mereka.

Pihak yayasan turut mengonfirmasi bahwa kedua pelaku sering menginap di Gedung D sekolahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

2 Orang Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber, Wagub DKI: Korban Terjebak Asap

Megapolitan
Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Kecelakaan Transjakarta di Simpang PGC, Sopir Bus Diberhentikan Sementara

Megapolitan
Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Wagub DKI Pantau Gedung Cyber yang Terbakar

Megapolitan
Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Pemprov DKI Targetkan 60 Persen Warga Pakai Kendaraan Umum Tahun 2039

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Jakarta Tambah 28 Kasus, 423 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Sopir Tak Jaga Jarak, BMW Seruduk Fortuner di Tol Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Ditabrak Truk, Pohon Tumbang Menutup Jalan di Daan Mogot

Megapolitan
Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Bantah Diskriminasi Reuni 212, Polisi: Tanya Gubernur Anies, Kenapa Enggak Keluarkan Rekomendasi

Megapolitan
Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Koantas Bima Kini Terintegrasi Sistem BRT Transjakarta

Megapolitan
Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Transjakarta Kembali Kecelakaan, Wagub DKI: Kami Akan Evaluasi

Megapolitan
Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Nasdem Sebut Penunjukan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Murni Profesional

Megapolitan
Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Massa Aksi 212 Lanjutkan Kegiatan di Bekasi

Megapolitan
Periode Liburan Sekolah di Kota Tangerang Digeser, 17-31 Desember Wajib Belajar

Periode Liburan Sekolah di Kota Tangerang Digeser, 17-31 Desember Wajib Belajar

Megapolitan
Begini Rencana Proyek Sumur Resapan di Jakarta pada 2022, jika Dana Tak Dihapus DPRD

Begini Rencana Proyek Sumur Resapan di Jakarta pada 2022, jika Dana Tak Dihapus DPRD

Megapolitan
Bendera Ormas Tak Berizin di Jakarta Barat Akan Ditertibkan

Bendera Ormas Tak Berizin di Jakarta Barat Akan Ditertibkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.