Polisi Tangkap Pemulung Diduga Provokator Bentrok Tanah Abang

Kompas.com - 23/01/2019, 10:14 WIB
Suasana trotoar Tanah Abang setelah aksi bentrokan antara PKL dan petugas Satpol PP terjadi pada Kamis (17/1/2019). KOMPAS.com/ RINDI NURIS VELAROSDELASuasana trotoar Tanah Abang setelah aksi bentrokan antara PKL dan petugas Satpol PP terjadi pada Kamis (17/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menetapkan satu tersangka lagi berinisial AM terkait bentrokan yang terjadi di kawasan Tanah Abang pada Kamis (17/1/2019) lalu.

"Satu tersangka lagi sudah ditangkap, Minggu (20/1/2019) malam. Dia berprofesi sebagai pemulung," kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono kepada Kompas.com, Rabu (23/1/2019).

Baca juga: PKL Bentrok dengan Satpol PP, Anies Bilang Harusnya Bisa Dibicarakan Baik-baik

Lukman mengatakan, penetapan tersangka berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, di antaranya petugas Satpol PP dan pedagang di Jalan Jatibaru Raya serta rekaman video tentang bentrokan itu.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan, (tersangka AM) terbukti melempar mobil Satpol PP dengan conblock," ujar Lukman.

Atas perbuatannya, AM dijerat Pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun.

Lukman menyebut, polisi masih mengejar tiga orang lainnya yang diduga memprovokasi bentrokan di Tanah Abang.

"Tiga orang masih kabur, masih kami cari," kata Lukman.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan antara PKL dan petugas satpol PP terjadi di kawasan Tanah Abang, Kamis lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

Bentrokan terjadi akibat PKL yang biasa berjualan di bawah jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang menolak untuk ditertibkan.

Baca juga: Fraksi PDI-P Sebut Bentrok Tanah Abang Dampak Perencanaan Tidak Matang

Polisi telah menetapkan dua orang tersangka, yaitu EW (28) dan SE (54) pada Jumat (18/1/2019).

Mereka terbukti memprovokasi PKL lainnya untuk menolak penertiban serta melempari petugas Satpol PP dengan batu dan gagang besi.

Keduanya juga terbukti melakukan tindakan melawan petugas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setahun Lagi Lengser, Anies Fokus Tuntaskan Program Kerjanya Tahun Depan

Setahun Lagi Lengser, Anies Fokus Tuntaskan Program Kerjanya Tahun Depan

Megapolitan
Banjir di Cipinang Melayu Surut Dini Hari, Aktivitas Warga Kembali Normal

Banjir di Cipinang Melayu Surut Dini Hari, Aktivitas Warga Kembali Normal

Megapolitan
Protes Dugaan Korupsi Damkar Depok, Sandi Dipanggil Kemendagri untuk Klarifikasi

Protes Dugaan Korupsi Damkar Depok, Sandi Dipanggil Kemendagri untuk Klarifikasi

Megapolitan
UPDATE 15 April: 1.338 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Kemayoran

UPDATE 15 April: 1.338 Pasien Covid-19 Dirawat di RS Wisma Atlet Kemayoran

Megapolitan
Merasa Berjasa Menangkan Bima Arya, Rizieq Shihab Sesalkan Kenapa Pakai Jalur Hukum

Merasa Berjasa Menangkan Bima Arya, Rizieq Shihab Sesalkan Kenapa Pakai Jalur Hukum

Megapolitan
TKI Diperas Usai Isolasi Mandiri, RS Wisma Atlet Sebut Ulah Sopir Travel Liar

TKI Diperas Usai Isolasi Mandiri, RS Wisma Atlet Sebut Ulah Sopir Travel Liar

Megapolitan
1.595 Kasus Aktif Covid-19 di Depok, Ini Data Sebaran Tiap Kelurahan

1.595 Kasus Aktif Covid-19 di Depok, Ini Data Sebaran Tiap Kelurahan

Megapolitan
Ketika Karyawan Kepercayaan Bos Curi 14 iPhone dari Tempat Kerja karena Terlilit Utang Trading

Ketika Karyawan Kepercayaan Bos Curi 14 iPhone dari Tempat Kerja karena Terlilit Utang Trading

Megapolitan
Banjir di Kota Bekasi Sudah Surut Total Kamis Pagi

Banjir di Kota Bekasi Sudah Surut Total Kamis Pagi

Megapolitan
Cerita Satpam Ganti Seragam Cokelat, Sering Dikira Polisi dan Ditakuti Warga

Cerita Satpam Ganti Seragam Cokelat, Sering Dikira Polisi dan Ditakuti Warga

Megapolitan
Seorang Waria Dianiaya Pemuda di Cengkareng

Seorang Waria Dianiaya Pemuda di Cengkareng

Megapolitan
Momen Rizieq Shihab Murka dengan Bima Arya: Sebut Pembohong hingga Kesal Dilaporkan ke Polisi

Momen Rizieq Shihab Murka dengan Bima Arya: Sebut Pembohong hingga Kesal Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Bulan Puasa, Sentra Vaksinasi di Istora Senayan Tetap Ramai

Bulan Puasa, Sentra Vaksinasi di Istora Senayan Tetap Ramai

Megapolitan
Mahasiswa Pengedar Ganja Tertangkap, Jual 'Gele' Pakai Amplop di Kampus-kampus Ibu Kota

Mahasiswa Pengedar Ganja Tertangkap, Jual "Gele" Pakai Amplop di Kampus-kampus Ibu Kota

Megapolitan
Penyebab Terjadinya Hujan Es di Bekasi Menurut Penjelasan BMKG

Penyebab Terjadinya Hujan Es di Bekasi Menurut Penjelasan BMKG

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X