Geliat Kehidupan di Pulau Reklamasi dan Teka-teki Perizinan Food Street - Kompas.com

Geliat Kehidupan di Pulau Reklamasi dan Teka-teki Perizinan Food Street

Kompas.com - 24/01/2019, 06:54 WIB
Suasana area kuliner Food Street di Pulau D Reklamasi atau kawasan Pantai Maju, Rabu (23/1/2019).KOMPAS.com/ Ardito Ramadhan D Suasana area kuliner Food Street di Pulau D Reklamasi atau kawasan Pantai Maju, Rabu (23/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Geliat kehidupan di Pulau D hasil reklamasi atau kawasan Pantai Maju mulai terasa.

Adalah sebuah kawasan kuliner bernama Food Street yang menandakan adanya aktivitas bisnis dan interaksi masyarakat di pulau buatan itu.

Food Street berada di sisi barat jalan utama kawasan Pantai Maju. Pusat kuliner itu mempunyai sedikitnya 25 kios yang beroperasi mulai sore hingga malam hari.

Baca juga: Begini Suasana Food Street di Pulau Reklamasi pada Malam Hari

Food Street agaknya menjadi alternatif destinasi kuliner warga Pantai Indah Kapuk dan sekitaranya.

Meski baru berumur sebulan, tempat itu sudah ramai disambangi pengunjung setiap malamnya .

"Ya sudah sebulanan lah, kalau tiap malam di sini pasti ramai. Mulai jam 5-an ramainya bisa sampai malam sekitar jam 11," ujar Ahmad, salah seorang pegawai gerai makanan.

Pengamatan Kompas.com pada Rabu (23/1/2019) malam kemarin, sepertiga bangku yang disediakan tampak terisi oleh para pengunjung.

Pengunjung umumnya datang bersama keluarga atau rekan-rekan sebayanya.

Selain menyantap hidangan, para pengunjung juga tampak asyik mengobrol sambil ditemani minuman dingin dan alunan musik.

Widjaja, warga Pantai Indah Kapuk, mengaku tertarik mengisi perut di Food Street karena tempat itu menawarkan suasana yang baru.

"Suasananya sih, suasana baru. Harganya juga enggak mahal, sedang lah, masih di atas kaki lima tapi masih di bawah restoran," ujar dia.

Food Street menerapkan konsep semi-outdoor di mana tempat makan pengunjung hanya beratapkan langit. Adapun sajian kuliner yang ditawarkan cukup beraneka ragam.

Hal itulah yang membuat Friska tertarik datang ke sana. Menurut dia, tidak banyak tempat yang menyediakan makanan barat, tradisional, dan oriental dalam satu tempat.

Baca juga: Pengunjung Tahu Food Street Dibuka di Pulau Reklamasi dari Baliho

"Karena banyak pilihannya ya, jadi bisa menyesuaikan gitu ke selera masing-masing," kata pegawai swasta itu.

Perizinan Food Street

Meski kini telah menjadi surga kuliner baru, perizinan Food Street rupanya masih menjadi teka-teki.

Sebab, Food Street merupakan salah satu bagian dari pulau reklamasi yang disegel pada Juni 2018.

Namun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengatakan bahwa segel di pulau reklamasi telah dicabut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum bisa memastikan apakah bangunan dan usaha di kawasan reklamasi Pantai Maju atau Pulau D sudah berizin.

Baca juga: Pemprov DKI: Tempat Makan dan Bangunan di Pulau Reklamasi Belum Bayar Pajak

Menurut dia, kawasan reklamasi selama ini terbuka. Namun jika benar ada aktivitas, maka harus ada izinnya.

Ia pun menginstruksikan jajarannya untuk memeriksa aktivitas di pulau reklamasi.

"Kalau ada yang ada tanpa izin pasti akan kami berikan sanksi," kata Anies.

Teka-teki perizinan itu pun disadari oleh para pegawai gerai makanan dan minuman di Food Street.

Bongki, salah seorang pegawai gerai minuman, mengaku masih waswas lantaran ia belum mengetahui kepastian nasib pulau reklamasi.

"Kami kan tahu reklamasi itu ngambang statusnya, jadi dan enggak jadi. Sampai sekarang kan mungkin masih ada yang takut kali ya jadi belum buka," ujar dia.



Close Ads X