PSSI Bentuk Komite Ad Hoc untuk Identifikasi Kasus Pengaturan Skor

Kompas.com - 24/01/2019, 15:22 WIB
Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di Polda Metro Jaya, Kamis (24/1/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELASekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di Polda Metro Jaya, Kamis (24/1/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria mengungkapkan, pihaknya telah membentuk komite ad hoc untuk mengindentifikasi kasus pengaturan skor (match fixing) pada persepakbolaan Indonesia.

Peresmian Komite ad hoc diumumkan seusai Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1/2019).

Nantinya, lanjut Tisha, komite ad hoc akan menjalankan upaya pemberantasan dan pencegahan terulangnya kasus pengaturan skor di level internal PSSI.

"Ada dua sisi yang berjalan. Sisi kanan adalah pidana match fixing yang dilakukan kepolisian dan sisi lainnya adalah elemen hukum keolahragaan yaitu identifikasi match fixing yang dimotori oleh Komite ad hoc. Seluruh hasil investigasi akan diberikan ke komisi disiplin untuk ditindaklanjuti," kata Tisha di Polda Metro Jaya, Kamis (24/1/2019).

Baca juga: Kasus Pengaturan Skor, Plt Ketum PSSI Joko Driyono Diperiksa Polisi

Tisha menyebut, PSSI tetap menghormati proses hukum yang berlaku dan siap membantu Satgas Antimafia Bola untuk mengungkap kasus pengaturan skor itu.

"Kita hormati proses hukum. Kita siap bantu hal-hal yang dapat meringankan tugas kepolisian untuk menangani elemen-elemen pidana yang ditemukan atas dugaan match fixing," ujar Tisha.

Satgas Antimafia Bola telah memanggil Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus pengaturan skor bola.

Baca juga: Rumah Mantan Exco PSSI Digeledah, Polisi Sita Beberapa Dokumen

Adapun, polisi sudah menetapkan 11 tersangka kasus pengaturan skor. Enam tersangka di antaranya sudah ditahan.

Polisi juga sudah memproses empat dari 73 laporan terkait kasus pengaturan skor di liga sepakbola Indonesia yakni terkait pertandingan Persibara vs PS Pasuruan, suap untuk meloloskan PS Mojokerto ke Liga 1, penyelenggaraan Piala Suratin 2009, dan pertandingan Madura FC melawan PSS Sleman pintu masuk Liga 2.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

Megapolitan
Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

Megapolitan
Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

Megapolitan
Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

Megapolitan
Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

Megapolitan
Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

Megapolitan
Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

Megapolitan
Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

Megapolitan
Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

Megapolitan
Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

Megapolitan
Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

Megapolitan
Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

Megapolitan
Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

Megapolitan
Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

Megapolitan
Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X