PT MRT Buka Kesempatan UMKM Berbisnis di Stasiun Mereka

Kompas.com - 24/01/2019, 18:22 WIB
Masyarakat mengunjungi Mini information center MRT di Stasiun MRT Dukuh Atas. Foto diambil Minggu (30/12/2018). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAMasyarakat mengunjungi Mini information center MRT di Stasiun MRT Dukuh Atas. Foto diambil Minggu (30/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Moda Raya Terpadu (MRT) memberikan kesempatan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk ikut berdagang di stasiun kereta mereka.

"Jadi ini adalah komitmen MRT untuk berpihak bukan hanya kepada retail yang sudah established tapi juga memberi kesempatan berkembang kepada rekan-rekan UMKM," kata Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Ghamal Peris dalam konferensi pers di kantor MRT, Gedung Wisma Nusantara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019).

Sebanyak 16 UMKM akan diberikan tempat di enam Stasiun MRT yang akan beroperasi Maret mendatang.

"Jadi di (Stasiun) Lebak Bulus nanti ada enam UMKM, di Haji Nawi ada satu, Fatmawati ada enam, di Blok A satu, dan yang menariknya Dukuh Atas adalah lokasi paling mahal di Indonesia itu kita berikan dua tempat untuk UMKM," kata Ghamal.

Baca juga: MRT Uji Jalur, Rekayasa Lalin Diberlakukan di Jalan Panglima Polim dan RS Fatmawati

UMKM yang berpartisipasi akan dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu kuliner, fashion, dan kriya. Untuk pembagiannya bakal ada delapan UMKM kategori kuliner, lima kategori fashion,  dan tiga UMKM kriya.

Nanti, UMKM yang menjadi partner PT MRT cukup membayar sewa Rp 1.360.000 per bulan tanpa ada tambahan biaya lainnya.

"Jadi mereka nanti kita berikan booth yang (ukurannya) itu 4x2 meter jadi 8 meter persegi, itu nilai fisik booth-nya sendiri itu Rp 15 juta," kata Ghamal.

Bagi UMKM yang ingin bergabung, akan dilangsungkan beberapa tahapan seleksi mulai dari hari ini, sampai tanggal 18 Februari 2019. PT MRT menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam melakukan proses penyeleksian UMKM.

"Kami dengan senang hati menerima challange untuk melakukan kurasi, nanti akan ada kurator yang punya pengalaman dimasing-masing bidang," kata Deputi Penawaran Bekraf Joshua Puji Mulia Simanjuntak.

Ia menyebutkan, pihaknya akan mendatangkan akademisi dan pengamat bisnis untuk menjadi kurator UMKM yang mengikuti seleksi menjadi mitra MRT.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

TPU Srengseng Sawah Hampir Penuh, Tersisa Sekitar 60 Liang untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

TPU Srengseng Sawah Hampir Penuh, Tersisa Sekitar 60 Liang untuk Makam Jenazah Pasien Covid-19

Megapolitan
Wagub DKI Benarkan Sanksi Denda Progresif Pelanggar Protokol Kesehatan Dihapus

Wagub DKI Benarkan Sanksi Denda Progresif Pelanggar Protokol Kesehatan Dihapus

Megapolitan
2 Kali Diperpanjang, Kelanjutan Operasi SAR Sriwijaya SJ 182 Diputuskan Kamis Sore

2 Kali Diperpanjang, Kelanjutan Operasi SAR Sriwijaya SJ 182 Diputuskan Kamis Sore

Megapolitan
Polisi Musnahkan 44 Kg Sabu yang Diduga dari Malaysia

Polisi Musnahkan 44 Kg Sabu yang Diduga dari Malaysia

Megapolitan
Tanda SOS di Pulau Laki, Basarnas Pastikan Hoax hingga Dihapus Google

Tanda SOS di Pulau Laki, Basarnas Pastikan Hoax hingga Dihapus Google

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Jabodetabek Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG Kamis: Jabodetabek Diguyur Hujan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Hoaks Tanda SOS di Pulau Laki | Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

[POPULER JABODETABEK] Hoaks Tanda SOS di Pulau Laki | Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
4.501 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

4.501 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

Megapolitan
[UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

[UPDATE 20 Januari]: Muncul 59 Kasus Baru, Total 5.339 Kasus di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

UPDATE 20 Januari: Bertambah 14 Kasus Covid-19 di Tangsel, Totalnya Kini 4.410

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

Kejari Kota Tangerang Buat 2 Inovasi Cegah Percaloan Layanan Tilang

Megapolitan
Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

Pemkot Tangerang Akan Berlakukan Sitem Looping di Simpang Tiga Gondrong

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

Pedagang Daging Sapi Mogok, Kios Daging di Tangsel Tutup

Megapolitan
Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

Hari Ke-12 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Sar Evakuasi 1 Kantong Serpihan Pesawat

Megapolitan
Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

Update 20 Januari: Jaktim Sumbang Kasus Terbesar Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X