Pendapatan Bus Transpatriot Bekasi Masih Jauh di Bawah Biaya Operasional

Kompas.com - 29/01/2019, 06:16 WIB
Warga Bekasi terlihat akan menaiki bus Transpatriot yang baru beroperasi hari ini, Senin (26/11/2018). KOMPAS.com/-DEAN PAHREVIWarga Bekasi terlihat akan menaiki bus Transpatriot yang baru beroperasi hari ini, Senin (26/11/2018).
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Kepala Divisi Trans Patriot pada Perusahaan Daerah Mitra Patriot (PDMP) selaku pengelola transpatriot Kota Bekasi, Nirwan Fauzi mengatakan, pendapatan operasional transpatriot sejak diberlakukan tarif masih dibawah biaya operasional.

Nirwan mengatakan, sejak beroperasi menggunakan tarif pada Kamis (3/1/2019), pendapatan transpatriot hanya berkisar Rp 3,3 juta per harinya.

"Biaya operasional kita sembilan bus sekitar itu Rp 18,9 juta per hari. Sekarang per hari cuma dapat Rp 3,3 juta. Sisanya subsidi dari pemerintah. Memang masih jauh dari biaya operasional," kata Nirwan saat dikonfirmasi, Senin (28/1/2019).

Baca juga: Penumpang Transpatriot Bekasi Malah Menurun

Nirwan menjelaskan, pemerintah akan semakin kecil mengeluarkan subsidi jika jumlah rata-rata penumpang meningkat hingga 60 orang per bus dalam satu kali perjalanan.

"Kalau (rata-rata) 30 penumpang subsidinya masih wajar, apalagi kalau nanti sudah di atas 60 orang subsidinya semakin kecil," ujar Nirwan.

Selain itu, pendapatan transpatriot yang masih jauh dari biaya operasional itu tentunya disebabkan rata-rata jumlah penumpang yang belum memenuhi target yakni, 30 hingga 40 orang per bus dalam satu kali perjalanan.

Kini, rata-rata jumlah penumpang transpatriot hanya berkisar 10 hingga 15 orang per bus dalam satu kali perjalanan. Jumah itu menurun jika dibandingkan saat transpatriot masih gratis yakni, sekitar 15 sampai 30 orang.

Baca juga: Akhir Januari, Pembelian Tiket Bus Transpatriot Bekasi Bisa Nontunai

"Ada penurunan waktu dulu sudah hampir 30 penumpang, ternyata sekarang turun jadi 10 sampai 15 penumpang. Ini mungkin karena headway (jarak waktu antar bus di halte) yang terlalu lama. Harusnya bisa 15 menit tapi kalau macet bisa 30 menit," ujar Nirwan.

Menurut Nirwan, masalah headway dapat teratasi dengan penambahan jumlah bus. Adapun Pemkot Bekasi segera mengoperasikan 20 bus hibah dari Pemerintah Pusat. Saat ini, 20 bus itu sedang dalam tahap persiapan untuk operasional.

Diketahui, sejak Kamis (3/1/2019) tarif Rp 4.000 transpatriot itu pun diterapkan, setelah selama sebulan lebih naik bus transpatriot gratis.

Transpatriot melayani dua rute yakni, Terminal Bekasi-Harapan Indah dan Harapan Indah-Terminal Bekasi. Sebanyak sembilan bus beroperasi di dua rute tersebut.

Adapun sejak resmi beroperasi pada 26 November 2018, tarif transpatriot digratiskan. Bus beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Pelecehan Seksual di Jatinegara Terekam CCTV, Mondar-mandir Cari Mangsa di Gang Rawan Kriminal

Megapolitan
Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Ribet Banget Drama Gerindra dan PKS Pilih Wagub DKI

Megapolitan
Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Siwi Sidi Laporkan Akun @digeeembok, Polisi akan Periksa 11 Saksi

Megapolitan
Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Asal Usul Koteka, Pakaian Khas Suku Dhani hingga Pernah Dirazia Zaman Orba

Megapolitan
4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

4 Pengakuan Lutfi Alfiandi, Sengaja Bawa Bendera hingga Disiksa Polisi

Megapolitan
Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Fakta Pengeroyokan Tukang Parkir di BSD yang Tak Setor Jatah Bulanan

Megapolitan
Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies 'Menjomblo'?

Utak-atik Calon Wagub DKI Jakarta, Sampai Kapan Anies "Menjomblo"?

Megapolitan
Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Banjir di Cikini Dianggap karena Saluran Air Buruk

Megapolitan
Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Keroyok Pelajar hingga Tewas, Seorang Siswa Ditangkap Polisi di Lingkungan Sekolah

Megapolitan
Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Jakarta Banjir, Pemprov DKI Sebut Banyak Pelanggaran Tata Ruang

Megapolitan
5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

5 Fakta Kerusakan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Megapolitan
Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Tolak Eksepsi Enam Aktivis Papua, Jaksa Sebut Pengacara Tidak Paham Sistematika Hukum

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

[POPULER JABODETABEK] Dua Cawagub DKI yang Baru | Pramugari Garuda Indonesia Siwi Sidi Diperiksa

Megapolitan
Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Tabrakan Adu Banteng dengan Bus di Cikarang, Pengendara Motor Tewas

Megapolitan
BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

BMKG: Selasa Pagi, Sebagian Jakarta Hujan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X