Kompas.com - 29/01/2019, 18:38 WIB
Ilustrasi u-turn KOMPAS.comIlustrasi u-turn

JAKARTA, KOMPAS.com - Putaran balik atau u-turn di Jalan Pramuka, Jakarta Timur tepatnya di depan Hotel Sentral ditutup.

Hal ini lantaran putaran balik tersebut kerap menyebabkan kemacetan panjang hingga 1 kilometer di ruas jalan tersebut.

"Biasanya kalau macet sampai terowongan Matraman," ujar Kepala Seksi Lalu Lintas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Andreas Eman saat dihubungi, Selasa (29/1/2018).

Putaran balik itu sering dijaga oleh Pak Ogah sehingga menyebabkan arus lalu lintas semakin tersendat.

"Setelah ada atensi dari Camat dan Kapolsek Matraman beserta Kanit Lantas Matraman, minta untuk ditutup. Karena biasanya hanya ada traffic cone saja. Lalu dipindah sama Pak Ogah. Jadi sekarang kami pasang pakai barier MCB (Movable Concrete Barrier)," kata dia.

Baca juga: Kerap Sebabkan Kemacetan, U-turn di Jalan DI Panjaitan Akan Dipindah

Kini, kendaraan dari arah perempatan Salemba harus berputar di traffic light Jalan Pemuda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihak Sudin Perhubungan Jakarta Timur sebelumnya telah menempatkan traffic light sebagai jalur putaran balik beberapa pekan sebelumnya.

"Untuk kendaraan yang akan berputar dari arah barat ke barat, diarahkan berputar di traffic light. Sudah kami pasang beberapa minggu lalu. Harapannya bisa meningkatkan kecepatan rata-rata waktu tempuh di ruas Jalan Pramuka, kalau biasanya hanya 20 kilometer per jam, diharapkan bisa lebih tinggi lagi. Kan lebih baik jauh sedikit tapi lancar daripada pendek tapi lama waktu tempuhnya," tutup Eman.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Polisi: Pria yang Coba Kabur dari Polda Metro Jaya Belum Berstatus Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.