Kompas.com - 30/01/2019, 15:48 WIB
Sebuah truk molen terguling di ruas Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018). Tiga mobil derek dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta pun dikerahkan untuk memindahkan truk tersebut. KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBASebuah truk molen terguling di ruas Jalan Jatibaru, Jakarta Pusat, Jumat (13/4/2018). Tiga mobil derek dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta pun dikerahkan untuk memindahkan truk tersebut.

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses evakuasi jenazah Wido (23), teknisi truk yang tewas tertimpa truk molen di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), berlangsung selama lima jam.

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yuriko mengatakan, lamanya proses evakuasi dikarenakan polisi menunggu mobil crane guna mengangkat truk molen yang menimpa Wido. Mobil crane didatangkan dari Serang, Banten.

"(Evakuasi) jam setengah 10-an ya, karena crane-nya didatangkan dari Serang," ujar Alexander saat dihubungi Kompas.com, Rabu (30/1/2019).

Baca juga: Truk Molen Terguling di Serpong Timpa Seorang Warga hingga Tewas

Alexander mengatakan, pihak kepolisian mendapat informasi bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Polisi yang tiba di lokasi mencoba mencari mobil crane yang bisa memindahkan truk.

Setelah truk crane datang, evakuasi baru bisa dilakukan.

Jenazah Wido telah dibawa ke rumah sakit. Pihak kepolisian juga telah meminta keterangan para saksi, yaitu sopir truk dan dua orang pekerja.

"Kami akan melakukan olah TKP lanjutan untuk menentukan apakah ini murni kecelakaan kerja atau nanti kami lakukan penyelidikan, apakah harus ada orang yang bertanggung jawab terhadap kecelakaan kerja yang menyebabkan orang meninggal dunia," ujar Alexander.

Saat itu, truk molen yang mengangkut semen cair tiba di sebuah lokasi yang rencananya akan dijadikan gudang penyimpanan bahan bangunan.

Lokasi kejadian berada di Jalan Raya Serpong, di samping SPBU Shell.

Baca juga: Kronologi Teknisi Tertimpa Truk Molen hingga Tewas di Tangsel

Wido yang bertugas sebagai teknisi meminta sopir memundurkan truk tersebut.

Saat itu, posisi Wido berada di sisi kiri truk. Saat mencoba mundur, ban belakang sebelah kanan truk terperosok ke dalam sebuah lubang yang diduga bekas septic tank.

Adapun lokasi tersebut sebelumnya merupakan bekas rumah warga. Wido yang tidak bisa menghindar akhirnya tewas tertimpa truk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Dukcapil Akan Layani Perbaikan Dokumen Kependudukan bagi Warga Terdampak Banjir di Tegal Alur

Megapolitan
Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Butuh Uang Usai Kena PHK, Pria di Ciputat Jual Kulkas Ibunya lalu Dilaporkan ke Polisi, Kini Jadi Terdakwa

Megapolitan
60 RPTRA di Jakarta Selatan Dijadikan Sentra Vaksinasi 'Booster'

60 RPTRA di Jakarta Selatan Dijadikan Sentra Vaksinasi "Booster"

Megapolitan
Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Disdamkar: 146 kebakaran terjadi di Kabupaten Bekasi sepanjang 2021

Megapolitan
Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Polisi Kejar Pemasok Sabu yang Diedarkan di Kawasan Kepulauan Seribu

Megapolitan
Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Advokat yang Memaki Ibu Korban Kekerasan Seksual di Depok Dinilai Langgar Kode Etik

Megapolitan
Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Kronologi Pembongkaran Trotoar di Cilandak, Pemkot Jaksel Sebut PNS Tak Terlibat

Megapolitan
Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Pihak Keluarga Belum Terima Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Kakek Tewas Dikeroyok di Cakung

Megapolitan
Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Gudang di Tambora Kebakaran, Petugas Damkar Masih Berjibaku Padamkan Api

Megapolitan
Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Sidang Kebakaran Lapas Tangerang, Kuasa Hukum Terdakwa Belum Tentu Hadirkan Saksi Meringankan

Megapolitan
Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Kans Kemenangan Anies Baswedan Dinilai Lebih Tinggi di Pilkada DKI Dibandingkan Pilpres

Megapolitan
4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

4 Terdakwa Kasus Kebakaran Lapas Tangerang Tak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Megapolitan
Tak Kunjung Dibuatkan JPO, Warga Cilenggang Protes Bentangkan Spanduk

Tak Kunjung Dibuatkan JPO, Warga Cilenggang Protes Bentangkan Spanduk

Megapolitan
Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Kejari Jakbar Tetapkan 2 Tersangka Baru

Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Kejari Jakbar Tetapkan 2 Tersangka Baru

Megapolitan
Jika Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Gagal Lagi, Kontraktor Akan Ditunjuk Langsung

Jika Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Gagal Lagi, Kontraktor Akan Ditunjuk Langsung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.