Dapat 100 Gerobak Motor, Pemkot Jakut Targetkan Angkut Sampah di Jalan Sempit

Kompas.com - 04/02/2019, 13:05 WIB
Deretan gerobak motor pengangkut sampah di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Senin (4/2/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Deretan gerobak motor pengangkut sampah di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Senin (4/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Utara menerima 100 unit gerobak motor atau germor pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada Senin (4/2/2019) pagi tadi.

Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau mengatakan, germor itu akan dioperasikan untuk mengangkut sampah dari titik-titik yang tak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Baca juga: Sudah Ada Tong, Pengunjung CFD Bundaran HI Masih Buang Sampah Sembarangan

"Satu germor akan menampung 1,5 meter kubik sampah dan itu sangat membantu petugas kebersihan dalam mengangkut sampah di jalan lingkungan," kata Syamsuddin dalam siaran pers.

Syamsuddin menuturkan, 100 unit germor tersebut akan dibagikan ke 31 kelurahan di wilayah Jakarta Utara yang membutuhkan.

Sebanyak 100 unit germor itu menambah jumlah germor yang dimiliki Pemkot Jakut sebelumnya yang berjumlah 224 unit.

Syamsuddin berharap, germor akan memudahkan proses pengangkutan sampah.

"Ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat di bidang penanganan kebersihan. Tolong dipelihara dengan baik karena motor ini juga butuh dirawat agar maksimal dalam mengangkut sampah," ujar Syamsuddin.

Baca juga: Gaet PT Pegadaian, Ridwan Kamil Matangkan Program Sampah Jadi Emas

Adapun idealnya, setiap RW di wilayah Jakarta Utara mempunyai satu unit germor.

Sedangkan, jumlah sampah di Jakarta Utara mencapai 900 ton hingga 1.100 ton sampah per harinya.



Terkini Lainnya

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Akhir April, Pra-Uji Coba Bus Listrik di Jakarta

Megapolitan
Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Triennial Seni Grafis Indonesia VI, Memacu Kemajuan Dunia Seni Grafis

Edukasi
Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Dua Petugas Panwas di NTT Gugur saat Awasi Pemilu 2019

Regional
Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Anies Revisi Pergub Pembebasan PBB, Apa Alasannya?

Megapolitan
Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Jadi Tersangka, Sofyan Basir Diduga Menerima Janji Fee Terkait Proyek PLTU Riau-1

Nasional
Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Golkar Babel Laporkan Dugaan Manipulasi Data Pemilu ke Bawaslu

Regional
Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Selandia Baru: Belum Ada Intelijen Hubungan Serangan Bom Sri Lanka dengan Teror Christchurch

Internasional
Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Lagi, Petugas KPPS di Bekasi Meninggal Dunia akibat Kelelahan

Megapolitan
Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Sebulan Beroperasi, Metrotrans Terintegrasi MRT Dukuh Atas Masih Sepi Peminat

Megapolitan
Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Bertemu Sekjen Parpol Koalisi, Sandiaga Konsolidasikan Pusat Pengumpulan Formulur C1

Nasional
Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Divonis Mati, Sari Pembunuh Mantan Jurnalis Dufi Menangis

Regional
Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Anies: Swasta Sediakan RTH, Dapat Diskon PBB 50 Persen

Megapolitan
Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Sri Mulyani: Presiden Berharap Pertumbuhan Ekonomi 2020 Tembus 5,6 Persen

Nasional
Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Pantau Rekapitulasi di Penjaringan, Sandi: Ini Bukan soal Menang atau Kalah

Megapolitan
Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Bocah Fikri yang Hanyut Belum Ditemukan, Petugas Terkendala Arus Deras Ciliwung

Megapolitan

Close Ads X