Polisi Bekuk Pembunuh Anak 16 Tahun dengan Telinga dan Jari Terputus

Kompas.com - 04/02/2019, 16:01 WIB
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Fredy Irawan memberikan konfrensi pers terkait kasus pembunuhan sadis yang terjadi Rabu ( 16/1/2019) bulan lalu. Konfrensi pers dilakukan pada Senin (4/2/2019) di Mapolres Tangerang Selatan. Kompas.com / Tatang GuritnoKapolres Tangerang Selatan, AKBP Fredy Irawan memberikan konfrensi pers terkait kasus pembunuhan sadis yang terjadi Rabu ( 16/1/2019) bulan lalu. Konfrensi pers dilakukan pada Senin (4/2/2019) di Mapolres Tangerang Selatan.

TANGERANG, KOMPAS.com - Polres Tangerang Selatan menangkap sekelompok orang terduga pembunuh anak di bawah umur berinisial MR yang terjadi pada 16 Januari 2019 lalu di depan Ramayana Ciputat, Tangerang Selatan.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Sadis di Buru Selatan yang Gegerkan Warga

Korban ditemukan dengan tiga kali tusukan di punggung serta hilangnya kelingking dan daun telinga sebelah kiri.

"Korban berusia 16 tahun mengalami pembunuhan sadis dengan daun telinga kiri dan kelingking kiri hilang," terang Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdy Irawan dalam konferensi pers, Senin (4/2/2019).

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), diketahui bahwa tersangka dan korban tergabung dalam komunitas anak punk.

Korban merupakan anak punk Ciputat dan pelaku merupakan anggota kelompok anak punk Pamulang.

"Motifnya adalah balas dendam, sebab sehari sebelum pembunuhan terjadi pertikaian antar dua kelompok tersebut dalam memperebutkan lahan pengamen. Korban menjadi target sasaran karena dianggap lemah dan masih anggota baru," tambah Ferdy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Terduga Pelaku Pembunuhan Sadis di Buru Selatan Ditangkap Polisi

Saat ini, pelaku yang sudah tertangkap adalah Ikkiusan, Mudiansyah, serta Afri Dandi alias Afri Bin Zaenal.

Masih ada empat tersangka lain yang sedang dalam pengejaran polisi.

Para pelaku dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 338 tentang Pembunuhan dengan Sengaja, serta Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang Kekerasan.

Ancaman hukumannya pidana kurungan seumur hidup atau hukuman mati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Menyeberang, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Bus Transjakarta

Hendak Menyeberang, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Bus Transjakarta

Megapolitan
Saat Ormas Pemuda Pancasila Depok Geruduk Gedung DPRD, Tuntut Junimart Dipecat

Saat Ormas Pemuda Pancasila Depok Geruduk Gedung DPRD, Tuntut Junimart Dipecat

Megapolitan
Cerita Kurir Paket Temukan Ponsel Paspampres lalu Mengembalikan: Bukan Hak Saya

Cerita Kurir Paket Temukan Ponsel Paspampres lalu Mengembalikan: Bukan Hak Saya

Megapolitan
UPDATE: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, Tinggal 13 Pasien Covid-19 yang Dirawat

UPDATE: Nihil Kasus Baru di Kota Tangerang, Tinggal 13 Pasien Covid-19 yang Dirawat

Megapolitan
Akhir Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok, Adam Ibrahim Divonis 4 Tahun Penjara

Akhir Kasus Hoaks Babi Ngepet di Depok, Adam Ibrahim Divonis 4 Tahun Penjara

Megapolitan
UPDATE: Tambah Satu Kasus di Tangsel, Tinggal 39 Pasien Covid-19 yang Dirawat

UPDATE: Tambah Satu Kasus di Tangsel, Tinggal 39 Pasien Covid-19 yang Dirawat

Megapolitan
Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tinggi, PD Pasar Kota Tangerang Ungkap Penyebabnya

Harga Cabai Rawit dan Minyak Goreng Tinggi, PD Pasar Kota Tangerang Ungkap Penyebabnya

Megapolitan
Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Bekasi Capai 75,55 Persen

Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama di Kota Bekasi Capai 75,55 Persen

Megapolitan
Pohon Tumbang di Ciledug, Pengendara Putar Balik Masuk Underpass

Pohon Tumbang di Ciledug, Pengendara Putar Balik Masuk Underpass

Megapolitan
200 Warga Jakarta Barat Dilatih Jadi Pengusaha Makanan Olahan Jamur dan Ikan

200 Warga Jakarta Barat Dilatih Jadi Pengusaha Makanan Olahan Jamur dan Ikan

Megapolitan
Kronologi Kecelakaan Bus Transjakarta di Jalan Pramuka: Hindari Truk Molen Lalu Tabrak Separator

Kronologi Kecelakaan Bus Transjakarta di Jalan Pramuka: Hindari Truk Molen Lalu Tabrak Separator

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tegur Transjakarta karena Tak Laporkan Kecelakaan di Jalan Pramuka Jaktim

Polda Metro Jaya Tegur Transjakarta karena Tak Laporkan Kecelakaan di Jalan Pramuka Jaktim

Megapolitan
Kecelakaan Lagi, Bus Transjakarta Tabrak Separator di Jalan Pramuka

Kecelakaan Lagi, Bus Transjakarta Tabrak Separator di Jalan Pramuka

Megapolitan
Pengunjung Restoran di Jaksel Bakal Dibatasi Selama PPKM Level 3, Pelanggar Bakal Ditindak

Pengunjung Restoran di Jaksel Bakal Dibatasi Selama PPKM Level 3, Pelanggar Bakal Ditindak

Megapolitan
3 Bulan Usai Dilaporkan ke Polisi, Kasus Pelecehan oleh Pemuka Agama di Tangerang Masih Jalan di Tempat

3 Bulan Usai Dilaporkan ke Polisi, Kasus Pelecehan oleh Pemuka Agama di Tangerang Masih Jalan di Tempat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.