Ubah Tanah Abang seperti SCBD, DKI Alokasikan Rp 1,1 Triliun untuk Pembebasan Lahan

Kompas.com - 04/02/2019, 18:13 WIB
Lalu lintas di kawasan Tanah Abang mengalami kemacetan parah pada Sabtu (12/5/2018) siang sekira pukul 13.00 WIB. KOMPAS.com/ARDHITO RAMADHAN DLalu lintas di kawasan Tanah Abang mengalami kemacetan parah pada Sabtu (12/5/2018) siang sekira pukul 13.00 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengatakan, pihaknya mulai membebaskan lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pembebasan lahan untuk mengembangkan Sentra Primer Tanah Abang (SPTA) seperti Sudirman Central Business District ( SCBD).

"Kami mulai pembebasan tahun ini, ini lagi jalan. Kami lakukan bertahap, koordinasi juga dengan kejaksaan, wali kota, BPN, supaya pembebasan lahannya bisa lancar," kata Yoory ketika dihubungi, Senin (4/2/2019).

Baca juga: Bisakah Wajah Tanah Abang Diubah Layaknya SCBD?

Tahun ini, Pemprov DKI mengalokasikan Rp 1,1 triliun ke PD Pembangunan Sarana Jaya untuk membebaskan lahan di Tanah Abang.

Yoory menargetkan dua hektar lahan bisa dibebaskan tahun ini.

"Yang harus dibebaskan 13,3 hektar. Target saya selesai dalam 2020," ujar Yoory.

Baca juga: Butuh Waktu 8 Tahun Menata Tanah Abang seperti SCBD

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, skybridge atau jembatan penyeberangan multiguna (JPM) bukan solusi penataan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Prasetio menyebut skybridge justru menambah masalah.

Ia meminta Pemprov DKI menata Tanah Abang secara komprehensif dengan membeli seluruh tanah di sana.

Baca juga: Tanah Abang Akan Ditata seperti SCBD

"Harusnya semua diamankan, dibeli. Contohnya kayak SCBD-lah begitu," ujar Prasetio, di Jakarta Barat, Jumat (25/1/2019).

Dari 50 hektar kawasan Tanah Abang yang perlu ditata, 13,36 hektar akan dibangun Pemprov DKI.

Menurut rencana, pengembangan SPTA bakal ditawarkan ke investor dengan nilai mencapai Rp 19,4 triliun. 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Jadi Klaster dengan Kasus Covid-19 Tertinggi Kedua di DKI, Kemenhub Klaim Sudah Taat Protokol

Megapolitan
Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Akhir Pekan, Kasus Harian Covid-19 Kota Bogor Tembus 1.000 Orang

Megapolitan
UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

UPDATE 19 September: Bertambah 932, Kasus Positif Covid-19 di DKI Jadi 61.807

Megapolitan
Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Ungkap Kasus Pelecehan dan Pemerasan Penumpang, Pihak Bandara Persilakan Polisi Periksa CCTV

Megapolitan
Rektor IPB University Positif Covid-19

Rektor IPB University Positif Covid-19

Megapolitan
Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Positif Covid-19, Jenazah Camat Kelapa Gading Dimakamkan di TPU Pondok Ranggon

Megapolitan
Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Camat Kelapa Gading Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Hilang Selama Sehari, Jasad Remaja Putri Ditemukan di Sungai Citarum

Megapolitan
Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Hingga Hari Kelima PSBB DKI, Pemprov Tutup Sementara 37 Perusahaan

Megapolitan
Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Kimia Farma Telusuri Kasus Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Klaster Dinkes DKI Jakarta, 22 Pegawai Positif Covid-19

Megapolitan
6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

6 Pejabat Pemprov DKI Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Megapolitan
Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Daftar Klaster Covid-19 Terbesar di Jakarta, 252 Kasus Ada di Kemenkes

Megapolitan
Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X