Tahun Ini, KMT Ditargetkan Bisa untuk Transaksi Pembayaran Transportasi Selain KRL

Kompas.com - 05/02/2019, 14:27 WIB
Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBADirektur Utama PT KCI Wiwik Widayanti

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Wiwik Widayanti mengatakan, pihaknya menargetkan dalam waktu dekat Kartu Multi Trip (KMT) bisa menjadi kartu elektronik yang bisa digunakan untuk transaksi transportasi selain Kereta Rel Listrik ( KRL).

"Nanti KMT itu sebagai kartu elektronik juga, bisa digunakan untuk transaksi di tempat lain juga. Jadi kartu transportasi ya, harapannya orang bisa bepergian dari KRL, transjakarta, LRT, MRT semua bisa digabung," kata Wiwik di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Selasa (5/2/2019).

Wiwik menambahkan, saat ini penggunaan KMT sebagai kartu elektronik masih dalam proses dan ditargetkan pada tahun 2019 hal itu bisa terealisasi.

Baca juga: Lebih Memudahkan, PT. KCI Imbau Warga Beralih Gunakan KMT Commuter Line

Adapun tujuan diperluasnya penggunaa KMT menjadi kartu elektronik agar semakin banyak pengguna KRL yang beralih menggunakan KMT dari Tiket Harian Berjamin (THB). Dengan begitu, antrean panjang di sejumlah loket dan mesin tiket di stasiun kereta bisa diminimalisir.

Saat ini pengguna KRL yang menggunakan KMT baru sekitar 35 persen dari total jumlah penumpang KRL yakni, 875.000 per harinya. Sedangkan pengguna THB mencapai 40 persen dari total jumlah penumpang tersebut.

"Kami masih menunggu izin dari BI (Bank Indonesia) bahwa KMT kami juga bisa digunakan sebagai kartu elektronik, mudah-mudahan dalam waktu dekat. Tahun ini ya (target)," ujar Wiwik.

Baca juga: PT KCI Akhirnya Batalkan Pengoperasian KRL Premium

Terkait penggunaan KMT menjadi kartu elektronik, Wiwik menjelaskan, koordinasi dengan perusahan operasional transportasi lainnya seperti, transjakarta juga terus dilakukan, agar integrasi moda transportasi Jabodetabek bisa berjalan baik.

"Kami koordinasi terus dengan moda operator lain. Diharapkan semua yang ada di Jabodetabek bisa saling integrasi baik dari sisi fisik maupun sistem pembayaran," tutur Wiwik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Sanksi Menanti Pelanggar Jalur Sepeda, Bayar Denda hingga Pidana Kurungan

Dua Sanksi Menanti Pelanggar Jalur Sepeda, Bayar Denda hingga Pidana Kurungan

Megapolitan
Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Truk di Serpong

Pengendara Motor Tewas Setelah Tabrak Truk di Serpong

Megapolitan
Buruh Bangunan Kaget Namanya Dipakai Kepemilikan Mobil Rolls Royce Phantom

Buruh Bangunan Kaget Namanya Dipakai Kepemilikan Mobil Rolls Royce Phantom

Megapolitan
Keluarga Sebut Tersangka Kasus Bendera Bintang Kejora Sedang Sakit Saat Dilimpahkan

Keluarga Sebut Tersangka Kasus Bendera Bintang Kejora Sedang Sakit Saat Dilimpahkan

Megapolitan
Istri Surya Anta Pastikan Suaminya Ditahan di Ruang Isolasi Mako Brimob

Istri Surya Anta Pastikan Suaminya Ditahan di Ruang Isolasi Mako Brimob

Megapolitan
Antisipasi DBD Saat Musim Hujan, PMI Tangsel Jaga Ketersediaan Stok Trombosit

Antisipasi DBD Saat Musim Hujan, PMI Tangsel Jaga Ketersediaan Stok Trombosit

Megapolitan
Gerindra Ajukan 4 Cawagub DKI, Seperti Apa Rekam Jejaknya?

Gerindra Ajukan 4 Cawagub DKI, Seperti Apa Rekam Jejaknya?

Megapolitan
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak 1.488 WNA Masuk Indonesia, Terbanyak dari India

Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta Tolak 1.488 WNA Masuk Indonesia, Terbanyak dari India

Megapolitan
WNA Penyelundup Narkoba Terafiliasi Jaringan di Empat Negara

WNA Penyelundup Narkoba Terafiliasi Jaringan di Empat Negara

Megapolitan
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Butuh Damkar Sektor Pondok Gede

Megapolitan
Camat Mengaku Sempat Ajak Warga Sunter Agung Tinjau Lokasi Usaha Baru, tetapi...

Camat Mengaku Sempat Ajak Warga Sunter Agung Tinjau Lokasi Usaha Baru, tetapi...

Megapolitan
Mayat Laki-laki Ditemukan Terapung di Danau Setu Pedongkelan

Mayat Laki-laki Ditemukan Terapung di Danau Setu Pedongkelan

Megapolitan
Beredar Foto Jalur Sepeda di Cikini Dibongkar, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Beredar Foto Jalur Sepeda di Cikini Dibongkar, Ini Penjelasan Pemprov DKI

Megapolitan
Narkoba yang Diselundupkan 4 WNA Disebut untuk Stok Tahun Baru

Narkoba yang Diselundupkan 4 WNA Disebut untuk Stok Tahun Baru

Megapolitan
Dampak Dua Proyek Flyover, Macet di Poltangan dan Depan Kampus IISIP

Dampak Dua Proyek Flyover, Macet di Poltangan dan Depan Kampus IISIP

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X