Gasak Ponsel Pelajar, 2 Penjambret Dihakimi Massa

Kompas.com - 07/02/2019, 07:29 WIB
Ilustrasi jambretTHINKSTOCKS/ADRIAN HILMAN Ilustrasi jambret

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tersangka penjambret, yaitu Habib (25) dan Pandu (28) babak belur dihakimi massa di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019) kemarin.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim mengatakan, dua orang itu diamuk massa karena terciduk tengah menggasak telepon genggam seorang pelajar berinisial A (15).

"Korban dan saksi sedang mengendarai sepeda motor saat akan putar balik, tiba-tiba datang dua orang pelaku mengendarai sepeda motor, memepet korban," kata Mustakim kepada wartawan.

Kedua tersangka itu langsung merampas telepon genggam milik A yang disimpan di bagian depan sepeda motor. Namun, kedua tersangka yang juga menggunakan sepeda motor itu dihadang dan digebuk warga saat mencoba kabur setelah melakukan aksinya.

Baca juga: Jatuh dari Boncengan, Jambret Ini Dihakimi Massa

"Warga datang dan menghentikan pelaku yang mengendarai sepeda motor, kemudian pelaku yang lari berhasil ditangkap polisi yang ikut mengejar," ujar Mustakim.

Kedua tersangka beserta barang bukti berupa sebuah telepon genggam, sebilah badik, sebilah clurit, dan satu unit sepeda motor diamankan ke Mapolsek Metro Penjaringan.

Kedua orang itu kini dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Anies Pastikan Tak Ada Sekolah Favorit di Tiap Zonasi di Jakarta

Anies Pastikan Tak Ada Sekolah Favorit di Tiap Zonasi di Jakarta

Megapolitan
Protes Anies soal Reklamasi, Massa Bentangkan Spanduk 'Maju Pantainya, Sengsara Warganya'

Protes Anies soal Reklamasi, Massa Bentangkan Spanduk "Maju Pantainya, Sengsara Warganya"

Megapolitan
Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Anies Usulkan Pemisahan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

Megapolitan
Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Ditargetkan Rampung Agustus, Begini Progres Pembangunan Rusunami DP Rp 0

Megapolitan
Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Produksi Sabu Rumahan, MG Menjualnya Rp 700.000 Per Gram

Megapolitan
Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Pengacara Klaim Polisi Kabulkan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana

Megapolitan
Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Rusunami DP Rp 0 Jilid II Akan Dibangun September 2019 di Cilangkap

Megapolitan
Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Kepsek SMAN 68 Jakarta: Banyak Orangtua Antre dari Subuh karena Keliru

Megapolitan
Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Dalam PPDB Sistem Zonasi, Nilai Siswa Tetap Diperhitungkan

Megapolitan
Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Polisi Sebut Kivlan Zen Tidak Kooperatif, Ini Tanggapan Pengacara...

Megapolitan
Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Keluarga TNI: Kenapa PPDB Sesuai KK? Kan Kita Pindah-pindah, Tugas Negara

Megapolitan
Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Rusunawa KS Tubun Diperuntukkan bagi Warga Berpenghasilan Rp 4 Juta-7 Juta

Megapolitan
Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Karyawan dan Pemilik Gudang Elektronik di Bekasi Disekap dan Dirampok

Megapolitan
Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Pendaftar PPDB Membeludak, SMPN 115 Jakarta Terapkan Sistem Antre seperti di Bank

Megapolitan
Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Akhirnya Rusunawa KS Tubun Siap Dihuni Agustus, Tarifnya Rp 1,5 Juta

Megapolitan

Close Ads X