Pemkab Kepulauan Seribu Ingin Setiap Setiap Warga Punya Pelampung

Kompas.com - 07/02/2019, 22:23 WIB
Wakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi memberikan keterangan pada wartawan saat meninjau Pelabuhan Kali Adem, Kamis (7/2/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DWakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi memberikan keterangan pada wartawan saat meninjau Pelabuhan Kali Adem, Kamis (7/2/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menyiapkan program untuk memastikan setiap warganya mempunyai pelampung atau life jacket sebagai upaya mengantisipasi tsunami atau gelombang tinggi.

"Kita sedang memprogramkan bagaimana satu warga ini mendapatkan satu pelampung atau life jacket, minimal kalau ada tsunami kita ngambang dulu," kata Wakil Bupati Kepulauan Seribu Junaedi di Pelabuhan Kali Adem, Kamis (7/2/2019).

Baca juga: Kapal Antarpulau di Kepulauan Seribu Ditargetkan Tersedia pada 2020

Junaedi menyebut, setiap warga mesti mempunyai pelampung karena pulau-pulau di Kepulauan Seribu tidak mempunyai daratan yang cukup tinggi untuk menyelamatkan diri dari tingginya gelombang

Selain itu, Pemkab Kepulauan Seribu menyiapkan sistem peringatan dini yang dapat mendeteksi bencana 15-20 menit sebelum dampaknya dirasakan oleh masyarakat.

"Kita membangun warning system yang membuat warga bisa 15-20 menit berkemas-kemas untuk persiapan bila akan terjadi," ujar Juanedi.

Infrastruktur berupa breakwater atau pemecah ombak juga akan dipasang di setiap pulau resor dan pulau permukiman di Kepulauan Seribu.

Baca juga: Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Tanggul 4 Meter di Kali Adem

Junaedi menyebut, jumlah wisatawan di Kepulauan Seribu menurun drastis dalam beberapa waktu terakhir setelah bencana tsunami di Selat Sunda pada Desember 2019.

Langkah-langkah di atas, kata Junaedi, merupakan salah satu cara untuk meyakinkan masyarakat bahwa kegiatan wisata di Kepulauan Seribu terbilang aman.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

[UPDATE] Grafik Covid-19 4 Juli di Depok: 10 Kasus Baru, 2 PDP Meninggal

Megapolitan
IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

IPB Jadi Tuan Rumah Acara Forum Rektor Indonesia, Jokowi Minta Perguruan Tinggi Berinovasi

Megapolitan
KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

KPAI Desak Polisi Segera Tangkap Ayah Tiri yang Perkosa Remaja di Tangsel

Megapolitan
UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 4 Juli: Bertambah 215, Kini Ada 12.039 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Rasio Kasus Covid-19 di Kelurahan Kenari Jakpus Masih Tinggi, Ini Penyebabnya

Megapolitan
Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Bacok Orang hingga Tewas Saat Tawuran di Tambora, Pria Ini Ditangkap di Cilacap

Megapolitan
Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Ojek Online Dilarang Angkut Penumpang di Kelurahan Zona Merah Depok

Megapolitan
CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

CFD Kota Bekasi Kembali Digelar Besok, PKL Dilarang Berjualan

Megapolitan
Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Ojek Online Boleh Angkut Penumpang di Depok mulai 7 Juli jika...

Megapolitan
Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan, Wagub DKI Minta Warga Terbiasa Jalankan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Wagub DKI Sebut Banyak Pedagang Pasar yang Tak Mau Dites Swab

Megapolitan
Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Cemburu, Suami Bacok Istri di Hadapan Anak di Bekasi

Megapolitan
Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Petugas Sekuriti Diduga Cabuli 4 Anak di Tangerang, KPAI: Edukasikan Anak soal Cari Pertolongan

Megapolitan
 Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Wagub DKI: Kami Gencar Lakukan Tes Covid-19 dan Lampaui Standar WHO

Megapolitan
Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Kampus UI Jadi Lokasi Pelaksanaan UTBK 2020, Ini Protokol Kesehatannya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X