PKS Sebut 3 Cawagub DKI yang Dipilih Bukan Orang Sembarangan

Kompas.com - 08/02/2019, 17:19 WIB
(kiri ke kanan) Tiga kandidat wakil gubernur DKI Jakarta, Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi di sela uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARI(kiri ke kanan) Tiga kandidat wakil gubernur DKI Jakarta, Agung Yulianto, Ahmad Syaikhu, dan Abdurrahman Suhaimi di sela uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (27/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Humas DPW Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif meyakini tiga kandidat wakil gubernur DKI yang diajukan pihaknya, cukup berkualitas.

Ia menjawab penilaian dari Wakil Ketua DPD  Gerindra DKI Jakarta sekaligus anggota tim panelis fit and proper test Syarif soal kekurangan ketiga kandidat.

"Toh nanti sudah melalui fit and proper test dan itu juga orang-orangnya juga bukan orang sembarangan," ujar Zakaria ketika dihubungi, Jumat (8/2/2019).

Baca juga: Gerindra Sebut 3 Kandidat Wagub PKS Tak Bisa Bangun Relasi dengan DPRD DKI

Zakaria menduga kritikan Syarif terhadap ketiga kandidat serta kemungkinan tak lulus hanya politisasi dari Gerindra. Sebab, ketiga kandidat yang dipilih PKS sudah memenuhi kriteria sebagai pengganti Sandiaga Uno.

"Unsur-unsur masing-masing sudah mewakili. Ada misalnya yang berlatar belakang yang mengerti tentang keuangan dan anggaran. Terus kemudian yang satu ada unsur dari DPRD," kata Zakaria.

Zakaria mengingatkan komitmen Gerindra terkait cawagub. Ia menyebut proses pemilihan wagub DKI akan mempengaruhi proses Pilpres.

"Gerindra harus (komitmen) dong. Kita di pencapresan kita sudah luar biasa. Kalau nggak saling mendukung ya gimana," ujar Zakaria.

Proses fit and proper test untuk tiga cawagub masih terus berlangsung. Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif mengkritik kompetensi para kandidat dari fit and proper test yang sudah digelar pekan sebelumnya.

Syarif menilai tak ada kandidat yang punya kemampuan membangun relasi dengan DPRD serta menguasai masalah perkotaan.

Gerindra dan PKS sendiri akan melaksanakan proses lanjutan yaitu focus group discussion (FGD) antara pakar dan cawagub malam ini. Hasil dari FGD tersebut akan diserahkan ke partai pada Minggu (10/2/2019).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X