[Populer Megapolitan] Tersangka, Pria yang Banting Motor | Mandala Shoji Serahkan Diri | Cerita Warung Nasi lewat Lubang

Kompas.com - 09/02/2019, 06:00 WIB
AS, pemuda yang merusak motornya sendiri saat kena tilang, menangis saat meminta maaf kepada Bripka Oky (kiri) Polantas yang dimaki-makinya saat menilang, di Mapolres Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/2/2019). Kepolisian Sektor Tangerang Selatan menetapkan AS (21) sebagai tersangka pengrusakan dan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama. MUHAMMAD IQBALAS, pemuda yang merusak motornya sendiri saat kena tilang, menangis saat meminta maaf kepada Bripka Oky (kiri) Polantas yang dimaki-makinya saat menilang, di Mapolres Tangerang Selatan, Banten, Jumat (8/2/2019). Kepolisian Sektor Tangerang Selatan menetapkan AS (21) sebagai tersangka pengrusakan dan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/ama.

Jaksa Kejari Jakarta Pusat Andri Saputra mengungkapkan, Mandala datang ditemani oleh keluarga beserta kuasa hukumnya Elza Syarief.

Keberadaan Mandala sempat tidak diketahui dan Kejari menyatakan menunggu dia untuk datang menyerahkan diri sebelum batas waktu yang telah ditentukan sebelumnya. 

Baca selengkapnya: Mandala Shoji Ditahan di Lapas Salemba

Mandala bersama rekannya dari PAN, Lucky Andriani, dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Mereka terbukti melakukan pelanggaran pemilu saat berkampanye di Pasar Gembrong Lama, Jakarta Pusat, pada 19 Oktober 2018. 

Baca selengkapnya di sini

Cerita penjual warung nasi lewat lubang

Sejumlah pemilik warung nasi yang menjajakan dagangannya lewat lubang di parkiran Grand Lucky, kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan, berbagi pengalaman selama mereka berjualan. 

Salah satunya adalah pengalaman tidak dibayar oleh pelanggan. Menurut Warti, salah satu pemilik warung, biasanya pelanggan yang tidak membayar adalah pekerja proyek di sekitar. 

Pemilik warung nasi lainnya yang bernama Rini juga mengalami hal serupa. Dari pengalamannya, pelanggan yang kebanyakan sopir suka bergegas pergi dan belum membayar karena panggilan tugas oleh bos mereka. 

Baca selengkapnya: Pemilik Warung Nasi lewat Lubang Bisa Dapat Rp 3.000.000 Per Hari

Meski begitu, para pemilik warung nasi itu melihat pengalaman mereka sebagai dinamika dalam berdagang. Pada kenyataannya, lebih banyak pelanggan yang membayar dengan semestinya ketimbang yang tidak bayar. 

Baca selengkapnya di sini

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X