Ingat, Masyarakat Harus Minta Izin Pemerintah untuk Bangun Polisi Tidur

Kompas.com - 11/02/2019, 12:37 WIB
Alat pembatas kecepatan alias polisi tidur yang dibuat tanpa aturan resmi kadang malah bikin kecelakaan.Febri Ardani/KompasOtomotif Alat pembatas kecepatan alias polisi tidur yang dibuat tanpa aturan resmi kadang malah bikin kecelakaan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat harus memiliki izin pemerintah jika ingin membangun polisi tidur. Jika membangun di kawasan perumahan, perli izin setingkat wali kota.

Hal itu disampaikan oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui akun Instagram @dishubdkijakarta.

Dalam akun tersebut disebutkan "Bikin polisi tidur di lingkungan perumahan atau jalan perumahan harus seizin tingkat wali kota lho, jadi tidak boleh sembarangan."

Pernyataan ini dibenarkan oleh Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Christianto.

"Sebenarnya masyarakat bisa bangun (polisi tidur), tapi harus ada izin," kata Christianto saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/2/2019) siang.

Baca juga: 12 Jalan Kampung di Solo jadi Proyek Contoh Polisi Tidur Standar Nasional

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan, yakni Pasal 38 Ayat 1 dan 2, yang mengatur penyelenggaraan polisi tidur.

Christianto menyebutkan, apabila masyarakat sudah mengantongi izin, pihaknya akan memberikan arahan bagaimana membuat polisi tidur sesuai dengan standar yang ditentukan pemerintah.

"Kebanyakan masyarakat tidak ada yang mengajukan izin dulu saat membangun polisi tidur," ujar Christianto.

Namun, ia menuturkan, pihaknya akan terus menyosialisasikan ke masyarakat mengenai aturan penyelenggaraan polisi tidur tersebut. Sebab, membuat polisi tidur sembarangan justru bisa membahayakan pengendara.


Terkini Lainnya

Anggota ISIS Berjuluk Jihadi Jack Kangen Ibu dan Ingin Pulang ke Inggris

Anggota ISIS Berjuluk Jihadi Jack Kangen Ibu dan Ingin Pulang ke Inggris

Internasional
Sidik Jari di e-KTP Ungkap Identitas Mayat Wanita dalam Karung di Jepara

Sidik Jari di e-KTP Ungkap Identitas Mayat Wanita dalam Karung di Jepara

Regional
Sekjen Berkarya Pertanyakan Kesiapan KPU soal Surat Suara Tambahan

Sekjen Berkarya Pertanyakan Kesiapan KPU soal Surat Suara Tambahan

Nasional
Botswana Pertimbangkan Cabut Larangan Perburuan Gajah

Botswana Pertimbangkan Cabut Larangan Perburuan Gajah

Internasional
Pionir dan Misi Penerbangan Inspiratif yang Tercatat dalam Sejarah...

Pionir dan Misi Penerbangan Inspiratif yang Tercatat dalam Sejarah...

Internasional
Ikut Memerangi ISIS di Suriah, Mantan Tentara Swiss Dihukum

Ikut Memerangi ISIS di Suriah, Mantan Tentara Swiss Dihukum

Internasional
5 Fakta Ibu Hamil Dibunuh Suami di Bengkulu, Cekcok soal Ponsel hingga Nyaris Diamuk Massa

5 Fakta Ibu Hamil Dibunuh Suami di Bengkulu, Cekcok soal Ponsel hingga Nyaris Diamuk Massa

Regional
Tak Ingin Diusir Lagi dari Klub Malam, Pria Ini Tato KTP di Tangannya

Tak Ingin Diusir Lagi dari Klub Malam, Pria Ini Tato KTP di Tangannya

Internasional
Ulama dan Santri Kota Tasik Yakin Jokowi-Ma'ruf Unggul Sampai 70 Persen

Ulama dan Santri Kota Tasik Yakin Jokowi-Ma'ruf Unggul Sampai 70 Persen

Regional
Mer-C Kirim 32 Relawan Bangun Rumah Sakit di Jalur Gaza

Mer-C Kirim 32 Relawan Bangun Rumah Sakit di Jalur Gaza

Megapolitan
Prabowo: Untuk Apa Merdeka Kalau Rakyat Kita Susah dan Kelaparan?

Prabowo: Untuk Apa Merdeka Kalau Rakyat Kita Susah dan Kelaparan?

Nasional
Kim Jong Un Bakal Naik Kereta, Kawasan yang Dilalui Akan Disterilkan

Kim Jong Un Bakal Naik Kereta, Kawasan yang Dilalui Akan Disterilkan

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah, Vaksin Polio Pertama Diberikan ke Anak-anak

Hari Ini dalam Sejarah, Vaksin Polio Pertama Diberikan ke Anak-anak

Internasional
Saling Klaim Elektabilitas, Jokowi Kuasai Jabar dan Prabowo Unggul di Jateng

Saling Klaim Elektabilitas, Jokowi Kuasai Jabar dan Prabowo Unggul di Jateng

Nasional
Nurdin Abdullah: Kalau Ada Permainan dan Ketahuan, Saya Coret

Nurdin Abdullah: Kalau Ada Permainan dan Ketahuan, Saya Coret

Regional

Close Ads X