Petugas Damkar Evakuasi Ular Sanca 6 Meter Lebih di Kalideres

Kompas.com - 11/02/2019, 17:48 WIB
Petugas berupaya mengevakuasi seekor ular sanca dari sebuah pohon di Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/2/2019). Dokumentasi/ Sudin PKP Jakarta BaratPetugas berupaya mengevakuasi seekor ular sanca dari sebuah pohon di Kalideres, Jakarta Barat, Senin (11/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat mengevakuasi seekor ular sanca sepanjang enam meter di Jalan Turi, Kalideres, Senin (11/2/2019) pagi.

Baca juga: Ular Sanca 5 Meter Ditemukan di Sebuah Empang di Kepulauan Seribu

Kepala Seksi Sudin PKP Jakarta Barat Rompis Romlih mengatakan, pihaknya melakukan evakuasi setelah mendapat laporan dari warga yang resah dengan kemunculan ular itu.

"Iya betul, ada evakuasi ular sanca. Kami evakuasi setelah dapat laporan dari masyarakat ya, kami tindak lanjuti. Ternyata ularnya cukup besar, enam sampai tujuh meter panjangnya," kata Rompis saat dikonfirmasi Kompas.com.

Rompis menuturkan, sebanyak lima orang petugas dikerahkan untuk mengevakuasi ular yang berada di atas pohon dekat sebuah rumah warga.

Ular itu diduga muncul di permukiman warga akibat terbawa banjir.

Adapun ular tersebut kini diamankan oleh petugas sebelum nantinya dilepas ke habitatnya.

Menurut Rompis, ular juga akan digunakan untuk melatih ketangkasan petugas.

Baca juga: Dua Ekor Ular Sanca Ditemukan Usai Banjir di Koja

"Kami kembalikan ke habitat, tapi di Jakarta kan susah habitatnya. Kadang juga kami pelihara untuk pelatihan petugas juga," ujar Rompis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

Megapolitan
Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

Megapolitan
Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

Megapolitan
Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

Megapolitan
Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

Megapolitan
Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

Megapolitan
Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

Megapolitan
Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

Megapolitan
Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

Megapolitan
Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

Megapolitan
Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Sekolah Tatap Muka di Depok Butuh Persetujuan Satgas Covid-19 dan Orangtua

Megapolitan
Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Hotel Kapsul Futuristik Kini Hadir di Bandara Soekarno-Hatta, Biaya Menginap Mulai dari Rp 200.000

Megapolitan
Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Ganjil Genap di Kota Bogor Ditiadakan, Okupansi Hotel Meningkat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X