Kali Cipinang Meluap, Banjir Rendam Permukiman Warga di Ciracas

Kompas.com - 11/02/2019, 22:08 WIB
Banjir hingga 150 sentimeter rendam pemukiman warga di Jalan Hadidji, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019)KOMPAS.com/Ryana Aryadita Banjir hingga 150 sentimeter rendam pemukiman warga di Jalan Hadidji, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir setinggi 50 hingga 150 sentimeter merendam permukiman warga di Jalan Hadidji, RT 012/002, Ciracas, Jakarta Timur.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, banjir tersebut nampak memasuki rumah-rumah warga yang berada di dataran lebih rendah.

Baca juga: 5 Fakta Banjir di Kabupaten Bandung, Terjang 12 Rumah hingga Balita 17 Bulan Jadi Korban

Banjir ini terjadi lantaran meluapnya Kali Cipinang hingga menyebabkan arus yang cukup deras di sekitar perumahan warga.


Aliran banjir ini pun bercampur dengan sampah-sampah.

Salah satu warga, Apoy (45) menyebut ketinggian air di depan Jalan Hadidji sekitar 50 sentimeter.

Namun demikian, daerah perumahan warga lainnya yang jauh dari jalan utama terendam hingga 1,5 meter.

"Sudah biasa kalau di sini banjir. Tadi banjir karena hujan deras dari jam 4 sampai jam setengah 8 malam," kata Apoy di lokasi, Senin (11/2/2019) malam.

Ia menyebut ada beberapa penyebab banjir, di antaranya yakni karena meluapnya Kali Cipinang dan area permukiman warga yang berbentuk cekungan.

"Penyebabnya dari tahun ke tahun itu karena daerah sini bentuknya cekungan. Selain itu, Kali Cipinang juga sering meluap. Biasanya baru surut setelah 4 jam," katanya.

Baca juga: Bupati Bandung: Tanggul yang Sebabkan Banjir Bandang Diduga Salahi Aturan

Apoy menuturkan, saat ini sudah ada beberapa keluarga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.

"Sudah ada beberapa tadi yang mengungsi ke kelurahan," ujar Apoy.



Terkini Lainnya

Kedaluwarsa dan Impor Ilegal, Produk Kopi Pak Belalang Rugikan Negara Rp 1,4 Miliar

Kedaluwarsa dan Impor Ilegal, Produk Kopi Pak Belalang Rugikan Negara Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Polisi Panggil Ustaz Sambo sebagai Saksi Kasus Makar Eggi Sudjana

Polisi Panggil Ustaz Sambo sebagai Saksi Kasus Makar Eggi Sudjana

Megapolitan
Syaikhu Terancam Batal Jadi Cawagub DKI

Syaikhu Terancam Batal Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polisi Akan Berikan Surat Panggilan Kedua kepada Amien Rais

Polisi Akan Berikan Surat Panggilan Kedua kepada Amien Rais

Megapolitan
Ini Barang Bukti yang Diamankan Saat Menggeledah Tempat Tinggal Lieus Sungkharisma

Ini Barang Bukti yang Diamankan Saat Menggeledah Tempat Tinggal Lieus Sungkharisma

Megapolitan
Saat Ditangkap, Lieus Sungkharisma Lakukan Perlawanan

Saat Ditangkap, Lieus Sungkharisma Lakukan Perlawanan

Megapolitan
Tidak Datang ke Kertanegara, Permadi Mengaku Tak Tahu Eggi Sudjana Serukan 'People Power'

Tidak Datang ke Kertanegara, Permadi Mengaku Tak Tahu Eggi Sudjana Serukan "People Power"

Megapolitan
Polisi Geledah 2 Tempat Tinggal Lieus Sungkharisma

Polisi Geledah 2 Tempat Tinggal Lieus Sungkharisma

Megapolitan
Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Jalan Raya Gudang Peluru Ditutup

Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Jalan Raya Gudang Peluru Ditutup

Megapolitan
Permadi Diperiksa Polisi, Begini Klarifikasinya soal Ujaran Kebencian

Permadi Diperiksa Polisi, Begini Klarifikasinya soal Ujaran Kebencian

Megapolitan
Penusukan Pemuda di Setiabudi Saat SOTR Berawal dari Saling Ejek

Penusukan Pemuda di Setiabudi Saat SOTR Berawal dari Saling Ejek

Megapolitan
Jimly Asshidiqie: Orang Lagi Emosi, Caci Maki Tidak Usah Dituduh Makar

Jimly Asshidiqie: Orang Lagi Emosi, Caci Maki Tidak Usah Dituduh Makar

Megapolitan
Pemilihan Wagub, DKI Disarankan Belajar dari Jambi dan Riau

Pemilihan Wagub, DKI Disarankan Belajar dari Jambi dan Riau

Megapolitan
Terkait Robohnya Tembok SDN 11 Pasar Baru, 4 Orang Jadi Tersangka

Terkait Robohnya Tembok SDN 11 Pasar Baru, 4 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Tangkap 1.105 Preman dan 120 Kg Sabu-sabu, Polres Metro Jakbar Masuk Rekor Muri

Tangkap 1.105 Preman dan 120 Kg Sabu-sabu, Polres Metro Jakbar Masuk Rekor Muri

Megapolitan

Close Ads X