Kompas.com - 12/02/2019, 16:40 WIB
Pelaku pembunuhan anak tiri, Harry Kurniawan di Polresta Depok, Senin (11/2/2019). KOMPAS. Com/CYNTHIA LOVAPelaku pembunuhan anak tiri, Harry Kurniawan di Polresta Depok, Senin (11/2/2019).

DEPOK, KOMPAS.com - Hary Kurniawan (25), pembunuh anak tirinya yang berinisial F (2) menjalani pemeriksaan psikologis bersama Pemerintah Kota Depok melalui Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Pemeriksaan psikologis dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka saat dia menganiaya anak tirinya.

"Jadi tadi saya tanyakan kronologis kejadian dan keseharian tersangka ini apakah sudah biasa melakukan kekerasan atau tidak. Ini untuk mengetahui gambaran umum kepribadian tersangka. Minimal kami tahu dulu motif pastinya itu apa," ucap psikolog dari P2TP2A Depok Vivi di Polresta Depok, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Hary Tega Aniaya Anak Tirinya hingga Tewas karena Kesal dengan Istri

Vivi mengatakan, pihaknya akan memeriksa Hary secara berkala untuk mengetahui apa yang jadi latar belakang ia menganiaya anaknya.

"Nanti pemeriksaan kami lakukan secara berkala. Kalau di pemeriksaan pertama ini kami belum dapat banyak informasi. Tersangka cuma bilang karena ada masalah sama istrinya (ibu korban)," jelasnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus menuturkan, pemeriksaan ini dilakukan untuk menyesuaikan pernyataan tersangka dengan hasil penyelidikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini kami lakukan supaya menguatkan hasil penyelidikan dan menangkal asumsi atau alibi dari tersangka. Kemarin dia (tersangka) sempat bilang karena sedang mabuk makanya ini kami lakukan supaya tahu kondisi psikologisnya," ucap Firdaus.

Pendampingan psikologis yang sama juga akan dilakukan terhadap istri dan anak kandung tersangka yang usianya baru 3 tahun.

"Istrinya sudah di bawah penanganan P2TP2A agar psikologisnya terjamin. Kalau anak tersangka sudah dalam pengasuhan keluarga tersangka," tutur Firdaus.

Sebelumnya, Wakapolres Depok AKBP Arya Perdana mengatakan, motif Hary menganiaya anak tirinya hingga tewas lantaran kesal dengan istrinya, Eny yang adalah ibu dari korban.

Baca juga: Hary Mengaku Sedang Mabuk Saat Aniaya Anak Tirinya hingga Tewas

Hary dan Eny merupakan pasangan suami istri yang sama-sama punya anak dari pernikahan mereka sebelumnya. 

Anak Hary adalah perempuan berumur tiga tahun dan anak istrinya perempuan berumur dua tahun yang merupakan korban penganiayaan oleh Hary.

Kini, Hary telah mendekam di tahanan Polresta Depok. 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Crowd Free Night di Tangsel Akhir Pekan Ini, Kendaraan yang Melintas Diputar Balik

Megapolitan
Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Aksi Tukang Tambal Ban Cari Untung, Tebar Ranjau Paku lalu Naikkan Harga Ban Dalam Motor 3 Kali Lipat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Vaksinasi Covid-19 di 3 Kelurahan di Jakut Capai 80 Persen Lebih

Megapolitan
Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Benih Lobster ke Singapura, Dimasukkan Koper untuk Kelabui Petugas tapi Berhasil Digagalkan

Megapolitan
Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Bukan Klaster Sekolah, Ini Penjelasan Dinkes DKI soal 2 Siswa SDN 03 Klender Positif Covid-19

Megapolitan
Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Ketika Anggota TNI AD Tewas Ditusuk karena Lerai Pertikaian di Depok...

Megapolitan
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Prakiraan Cuaca Hari Ini: Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Megapolitan
Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

Total 1.509 Sekolah di Jakarta Gelar PTM Terbatas Mulai Senin Pekan Depan

Megapolitan
Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

Remaja yang Tenggelam di Kali Teluk Gong Ditemukan Tewas

Megapolitan
15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

15 Persen Remaja Usia 12-18 Tahun di Jakarta Belum Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

P2G Kritik Pemprov DKI yang Tak Cek Langsung Kelayakan Sekolah Gelar PTM

Megapolitan
Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

Masuk ke Lapas Tangerang, Eks Mensos Juliari Ditempatkan di Sel Masa Pengenalan Lingkungan

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

Wagub DKI Minta Pengusaha Karaoke Sabar Tunggu Izin Beroperasi

Megapolitan
Polisi Kembali Periksa 3 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Polisi Kembali Periksa 3 Tersangka Kebakaran Lapas Tangerang

Megapolitan
Tidak Memiliki Izin, SPBU Indomobil di Bekasi Disegel

Tidak Memiliki Izin, SPBU Indomobil di Bekasi Disegel

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.