62 UMKM Dilibatkan untuk Buka Usaha di Stasiun MRT Jakarta

Kompas.com - 12/02/2019, 22:27 WIB
Rangkaian kereta MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (28/8/2018).KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Rangkaian kereta MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pengembangan dan Dukungan Bisnis PT MRT Jakarta Ghamal Peris mengatakan, sebanyak 62 usaha mikro, kecil, dan menengah akan dilibatkan untuk membuka usahanya di stasiun MRT.

Pada pengoperasian fase pertama MRT nanti, akan disediakan 16 titik untuk pelaku usaha UMKM.

Baca juga: Dubes 17 Negara Uni Eropa Diundang Jajal MRT di Jakarta

"Jadi masalah ritel, kami tentunya akan membuka akses untuk semua ritel. Dan sekarang sudah masuk masa kedua, total nanti akan ada 62 ritel yang masuk ke kami. Kami memberikan kesempatan kepada UMKM hingga 16 titik untuk fase pertama," kata Ghamal di Stasiun MRT Bundaran HI, Selasa (12/2/2019).

Untuk menyewa booth atau tempat berdagang, pelaku usaha UMKM perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp 1,3 juta.

Dengan harga tersebut, pengusaha UMKM akan memperoleh booth senilai Rp 15 juta.

"UMKM sangat ringan, biaya UMK sekitar Rp 1,3 juta per bulan biaya sewa. Hanya itu yang perlu mereka keluarkan untuk booth. Kami sediakan itu booth senilai Rp 15 juta," ucapnya.

Baca juga: Jokowi: MRT adalah Keputusan Politik yang Saya Ambil dengan Segala Risiko...

Selain itu, pihak UMKM yang dilibatkan bakal bekerja sama dengan PT MRT Jakarta dalam hal pengembangan bisnis.

"Dan dari segi UMKM itu konsep kami inkubasi bisnis. Jadi pada saat nanti mereka berkembang, bisnisnya kami bisa kenalkan ke investor, kami bawa ke the next level," tutup Ghamal.


Terkini Lainnya


Close Ads X