Kompas.com - 13/02/2019, 20:04 WIB
Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menunjukan barang bukti yang digunakan geng motor dalam melakukan aksinya , Rabu ( 13/2/2019) dalam konfrensi pers yang digelar di halaman Polres Metro Jakarta Barat. Kompas.com / Tatang Guritno Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menunjukan barang bukti yang digunakan geng motor dalam melakukan aksinya , Rabu ( 13/2/2019) dalam konfrensi pers yang digelar di halaman Polres Metro Jakarta Barat.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah anggota geng motor mengaku mengonsumsi minuman keras sebelum merampok dan membacok korbannya hingga tewas.

Kejahatan tersebut mereka lakukan di Jalan Tubagus Angke, Kelurahan Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (5/2/2019) dini hari dengan korban tewas bernama Ahmad Al Fandri (23).

"Sebelum beraksi mereka minum-minum dulu lalu menggunakan tramadol. Bahkan setelah di tes urine, ada yang positif menggunakan ganja," terang Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta saat jumpa pers, Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Polisi Tangkap Geng Motor yang Bacok Korbannya hingga Tewas di Jalan Tubagus Angke

Para tersangka, terang Edi, mengonsumsi barang tersebut untuk membuat lebih percaya diri saat melakukan aksinya.

"Mereka mengkonsumsi barang tersebut supaya makin percaya diri dan berani melakukan tindakan apa saja," katanya.

Baca juga: Begal Motor di Bekasi Minum Miras agar Berani Lakukan Aksinya

Diketahui Polisi berhasil menangkap 14 dari 17 tersangka. Dari 14 yang tertangkap tercatat 6 dia ntaranya merupakan anak dibawah umur.

Para tersangka adalah Fery, Ahmad, Wiratama, Aditya, Sugi, Warno , Baikal dan Reza. Sementara tersangka buron atas nama Codoy, Kibil dan Madon. Ada pun tersangka dibawah umur berinisial IA, E, AS, FT, J dan MR.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang Pencurian dan Kekerasan dan Pasal 170 KUHP yaitu tindak pidana bersama-sama menyebabkan kematian, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Ditemukan Kasus Covid-19, 7 SMA di Kota Tangerang Batalkan PTM

Megapolitan
Dirut Jakpro Sebut Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tak Gagal tapi Diulang

Dirut Jakpro Sebut Tender Pembangunan Sirkuit Formula E Tak Gagal tapi Diulang

Megapolitan
Beberapa Pengeroyok Kakek 89 Tahun di Cakung Belum Tertangkap, Polisi Pegang Data Kendaraan

Beberapa Pengeroyok Kakek 89 Tahun di Cakung Belum Tertangkap, Polisi Pegang Data Kendaraan

Megapolitan
Rumah Jaelani di Pegangsaan Dua Jadi Pilot Project 'Bedah Rumah' oleh Polsek Wilayah Jakarta Utara

Rumah Jaelani di Pegangsaan Dua Jadi Pilot Project "Bedah Rumah" oleh Polsek Wilayah Jakarta Utara

Megapolitan
Dua Siswanya Terpapar Covid-19, SMPN 77 Cempaka Putih Tetap PTM

Dua Siswanya Terpapar Covid-19, SMPN 77 Cempaka Putih Tetap PTM

Megapolitan
18 Sekolah di 4 Kecamatan Jakpus Ditutup Sementara akibat Siswa Positif Covid-19

18 Sekolah di 4 Kecamatan Jakpus Ditutup Sementara akibat Siswa Positif Covid-19

Megapolitan
Formula E Gagal Tender dan Belum Dapat Sponsor, Pemprov DKI Diminta Terbuka

Formula E Gagal Tender dan Belum Dapat Sponsor, Pemprov DKI Diminta Terbuka

Megapolitan
Makam Terduga Korban Pembunuhan oleh Temannya Sendiri di Jatiwaringin Dibongkar untuk Keperluan Otopsi

Makam Terduga Korban Pembunuhan oleh Temannya Sendiri di Jatiwaringin Dibongkar untuk Keperluan Otopsi

Megapolitan
Kronologi Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas, Awalnya Serempetan dan Ada Provokasi Pemotor

Kronologi Pengeroyokan Kakek 89 Tahun hingga Tewas, Awalnya Serempetan dan Ada Provokasi Pemotor

Megapolitan
Saat Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis dan RLC Mulai Dipenuhi Pasien

Saat Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak Drastis dan RLC Mulai Dipenuhi Pasien

Megapolitan
PPKM Level 2 Diperpanjang, Jakarta Tetap Bisa Gelar PTM 100 Persen

PPKM Level 2 Diperpanjang, Jakarta Tetap Bisa Gelar PTM 100 Persen

Megapolitan
Mediator Berhalangan Hadir, Sidang Mediasi Yusuf Mansur Kasus Tabung Tanah Ditunda

Mediator Berhalangan Hadir, Sidang Mediasi Yusuf Mansur Kasus Tabung Tanah Ditunda

Megapolitan
Sekolah Tatap Muka di Jakarta Akan Ditutup jika Ada Kondisi Ini...

Sekolah Tatap Muka di Jakarta Akan Ditutup jika Ada Kondisi Ini...

Megapolitan
5 Orang yang Terlibat Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Ditetapkan sebagai Tersangka, Berikut Peran-perannya...

5 Orang yang Terlibat Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung Ditetapkan sebagai Tersangka, Berikut Peran-perannya...

Megapolitan
Aturan WFO di Jakarta Selama PPKM Level 2, 25-31 Januari

Aturan WFO di Jakarta Selama PPKM Level 2, 25-31 Januari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.