Polisi: Jokdri Otak Perusakan Barang Bukti Kasus Pengaturan Skor

Kompas.com - 16/02/2019, 14:20 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono tersenyum setelah diperiksa selama 11 jam oleh tim Satgas Antimafia Bola di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kamis (24/1/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAPelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono tersenyum setelah diperiksa selama 11 jam oleh tim Satgas Antimafia Bola di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kamis (24/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Satgas Antimafia Bola menduga Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (Jokdri) merupakan otak perusakan barang bukti kasus pengaturan skor.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, Jokdri memerintahkan tiga tersangka lain untuk merusak dokumen yang dicari penyidik dalam penggeledahan di kantor Komdis PSSI.

Baca juga: Kronologi Joko Driyono, dari Diperiksa Satgas, Digeledah, hingga Jadi Tersangka

"(Jokdri) dapat diduga sebagai aktor untuk suruh tiga orang tersebut melakukan pencurian, perusakan police line masuk tanpa izin," kata Dedi di Mabes Polri, Sabtu (16/2/2019).

Dedi menuturkan, nama Jokdri muncul setelah penyidik memeriksa tiga tersangka, yaitu Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur.

Setelah nama Jokdri muncul, Satgas kemudian menggeledah apartemen Jokdri di bilangan Kuningan, Kamis (14/2/2019), dan menetapkan Jokdri sebagai tersangka.

"Ada 75 item barang bukti yang disita Satgas. Dilakukan audit asesmen tambah menguatkan bukti pendukung dalam menetapkan J sebagai tersangka," ujar Dedi.

Adapun barang bukti yang dirusak dan dicuri dari lokasi penggeledahan berkaitan dengan kasus pengaturan skor yang diadukan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani.

Baca juga: Satgas Antimafia Bola Geledah Apartemen dan Kantor Plt Ketum PSSI

Menurut rencana, Jokdri akan diperiksa Satgas di Mapolda Metro Jaya pada Senin (18/2/2019). Salah satu hal yang akan didalami adalah motif perusakan barang bukti tersebut.

Selain ditetapkan menjadi tersangka, Jokdri juga dicekal untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari ke depan.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Megapolitan
Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Megapolitan
Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Megapolitan
26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

Megapolitan
Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

Megapolitan
Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

Megapolitan
Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

Megapolitan
Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

Megapolitan
Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

Megapolitan
Sepekan Pengetatan PSBB di Jakarta, Jumlah Penumpang KRL Turun 21 Persen

Sepekan Pengetatan PSBB di Jakarta, Jumlah Penumpang KRL Turun 21 Persen

Megapolitan
Pekan Kedua Pengetatan PSBB, Situasi Stasiun KRL Disebut Kondusif Pagi Ini

Pekan Kedua Pengetatan PSBB, Situasi Stasiun KRL Disebut Kondusif Pagi Ini

Megapolitan
Kebakaran di Kemensos Hanguskan Studio di Lantai 1

Kebakaran di Kemensos Hanguskan Studio di Lantai 1

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X