Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2, 9 Wilayah Ini Terancam Banjir Rob

Kompas.com - 17/02/2019, 08:02 WIB
Banjir rob menggenang di Pelabuha  Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (26/11/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Banjir rob menggenang di Pelabuha Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (26/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan status siaga 2 terkait ketinggian muka air di Pintu Air Pasar Ikan, Jakarta Utara, Minggu (17/2/2019).

Berdasarkan akun resmi Twitter BPBD DKI Jakarta, pada Minggu pukul 06.00 WIB, tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan mencapai 223 sentimeter atau siaga 2 (kritis).

Ketinggian muka air pada pintu air Pasar Ikan itu meningkat dari pukul 05.00 WIB yang mencapai 219 sentimeter.

Status siaga 2 pada pintu air Pasar Ikan itu berdampak pada tiga kecamatan di wilayah Jakarta Utara dan satu kelurahan di wilayah Jakarta Barat yang terancam dilanda banjir rob.

Di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, wilayah yang terancam sebagai berikut:

1. Kelurahan Kamal Muara

2. Kelurahan Kapuk Muara

3. Kelurahan Penjaringan

4. Kelurahan Pluit


Di Kecamatan Pademangan yakni,

1. Kelurahan Ancol


Di Kecamatan Cilincing yakni,

1. Kelurahan Marunda

2. Kelurahan Cilincing

3. Kelurahan Kalibaru


Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat yakni,

1. Kelurahan Kamal

BPBD DKI Jakarta pun sudah menginformasikan status ketinggian muka air di Pintu Air Pasar Ikan kepada warga di pesisir Utara Jakarta dan Pulau Seribu melalui media sosial agar waspada terhadap ancaman banjir rob.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X