Pipa Air di Jakarta Bocor hingga 44,3 Persen Per Tahun

Kompas.com - 18/02/2019, 19:59 WIB
Anggota I BPK Agung Firman Sampurna KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAAnggota I BPK Agung Firman Sampurna

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota I Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna menyebut non-revenue water (NRW) atau produksi air yang bocor dari PAM Jaya mencapai 44,3 persen per tahun. Hal ini disampaikan dalam Seminar "Membedah Citarum dari Hulu Hingga ke Jakarta".

"Standar kebocoran itu 20 persen. Ini 44.3 persen, jadi jauh sendiri. Mungkin ada fraud dan technicality," kata Agung di Gedung BPK RI, Senin (18/2/2019).

Angka ini dibenarkan Direktur Utama PAM Jaya Priyatno Bambang Hernowo. Ia mengakui adanya kebocoran teknis dan komersil atau pencurian.

Baca juga: Interkoneksi dan Relokasi Jaringan Pipa, Aliran Air Terhenti di Sejumlah Wilayah Tangerang

"Ada kebocoran fisik sama komersial. Fisiknya 80 persen dari itu, komersialnya 20 persen," ujar Bambang.

Agung mengatakan, kebocoran teknis disebabkan pipa-pipa milik PAM Jaya sudah tua. Ongkosnya tak murah untuk memperbaiki kebocoran itu.

"Butuh investasi gede kira-kira Rp 4 triliun lah," kata Bambang.

Adapun kebocoran komersil disebabkan adanya pencurian air dan kerusakan meter air. Bambang mengatakan pihaknya sudah berupaya berkoordinasi dengan kepolisian terkait pencurian air.

"Ada kita kan ada obvit (obyek vital). Itu ada beberapa yang kemudian naik ke pengaduan ya. Ada beberapa yang masuk," ujar Bambang.

Bambang tak mengungkapkan berapa kerugian yang dialami PAM Jaya akibat tingkat kebocoran yang tinggi ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Aturan Pemasangan Baliho yang Sah di DKI Jakarta

Begini Aturan Pemasangan Baliho yang Sah di DKI Jakarta

Megapolitan
Sekolah di Kota Bekasi Mulai Ajukan Diri Gelar KBM Tatap Muka

Sekolah di Kota Bekasi Mulai Ajukan Diri Gelar KBM Tatap Muka

Megapolitan
Akhirnya, Millen Cyrus Ditempatkan di Sel Khusus

Akhirnya, Millen Cyrus Ditempatkan di Sel Khusus

Megapolitan
Cegah Banjir, Pemancingan Liar di Waduk Munjul Dibongkar

Cegah Banjir, Pemancingan Liar di Waduk Munjul Dibongkar

Megapolitan
Kejar Target Persiapkan Pilkada 2020, KPU Tangsel Targetkan Lipat 1 Juta Surat Suara dalam 4 Hari

Kejar Target Persiapkan Pilkada 2020, KPU Tangsel Targetkan Lipat 1 Juta Surat Suara dalam 4 Hari

Megapolitan
Cerita Jacklyn Choppers Punya Akun YouTube, Pernah Bikin Warga 'Lupa' Sedang Marah ke Polisi

Cerita Jacklyn Choppers Punya Akun YouTube, Pernah Bikin Warga "Lupa" Sedang Marah ke Polisi

Megapolitan
Pengendara Motor Tertimpa Patahan Pohon di Lapangan Banteng

Pengendara Motor Tertimpa Patahan Pohon di Lapangan Banteng

Megapolitan
Berbagai Usulan DPRD DKI Jakarta untuk Pembelajaran Tatap Muka

Berbagai Usulan DPRD DKI Jakarta untuk Pembelajaran Tatap Muka

Megapolitan
Rumah Dinas Guru SMK 57 Terbakar Dini Hari Tadi, Diduga karena Korsleting

Rumah Dinas Guru SMK 57 Terbakar Dini Hari Tadi, Diduga karena Korsleting

Megapolitan
Beda Pandangan Pemprov dengan DPRD DKI soal KBM Tatap Muka

Beda Pandangan Pemprov dengan DPRD DKI soal KBM Tatap Muka

Megapolitan
1.823 Orang Masih Positif Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

1.823 Orang Masih Positif Covid-19 di Depok, Ini Sebaran Kelurahannya

Megapolitan
Dendam Mantan Karyawan di Balik Pembunuhan Berencana Bos di Tangerang...

Dendam Mantan Karyawan di Balik Pembunuhan Berencana Bos di Tangerang...

Megapolitan
Bayang-bayang Lonjakan Covid-19 di Jakarta Jelang Libur Panjang Akhir Tahun

Bayang-bayang Lonjakan Covid-19 di Jakarta Jelang Libur Panjang Akhir Tahun

Megapolitan
Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Rapid Test di Petamburan yang Sepi Peminat, Warga Diduga Takut, Kabur Setelah Dinyatakan Reaktif

Megapolitan
Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Dugaan Pungli Bansos di Muara Angke, Warga Dimintai Rp 20.000, Ketua RT Terancam Dipecat...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X