Jelang Pemilu, Perekaman E-KTP Pelajar SMA di Jakarta Utara Dikebut

Kompas.com - 19/02/2019, 16:12 WIB
Pelajar SMAN 75 Jakarta melakukan perekaman data KTP Elektronik di sekolahnya, Selasa (19/2/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DPelajar SMAN 75 Jakarta melakukan perekaman data KTP Elektronik di sekolahnya, Selasa (19/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Utara mengebut proses perekaman E-KTP bagi pelajar-pelajar SMA.

Wali Kota Jakarta Utara Syamsuddin Lologau menargetkan, perekaman E-KTP rampung Maret agar pelajar bisa menggunakan hak suaranya. 

"Datanya itu ada 1.240 (E-KTP) sudah selesai dari 3.000, jadi tinggal 2.000 (E-KTP) lagi yang belum selesai. Nah ini akan dilaksanakan secara terus menerus, sehingga pada bulan Maret nanti sudah harus semua rampung," kata Syamsuddin di SMAN 75, Jakarta Utara, Selasa (19/2/2019).

Baca juga: Jika Tak Kunjung Diambil, 16.538 E-KTP di Jakut Akan Dimusnahkan


Untuk mempercepat perekaman data, Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara telah melakukan perekaman keliling sekolah-sekolah.

Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Utara Erik Polim mengatakan, pihaknya telah mengunjungi 27 dari 60 sekolah yang ditargetkan.

"Yang sudah dikunjungi 27 sekolah. Satu hari itu ada yang dua sekolah, ada satu sekolah, kemungkinan bulan Februari sudah selesai semua," ujar Erik.

Baca juga: Petugas Dukcapil Door to door Serahkan E-KTP ke Pemiliknya

Pihaknya bekerja sama dengan pengurus RT dan RW untuk mencari warganya yang berusia 17 tahun dan belum mempunyai E-KTP.

"Bisaa saja, kan, mereka itu ada yang sekolah di pesantren di luar Jakarta, bisa saja dia di luar. Pada saat mereka tidak ada kami mintain informasi dari kepala keluarga," kata dia. 

Adapun, program jemput bola pembuatan E-KTP di sekolah-sekolah di Jakarta Utara telah dimulai sejak Januari 2019.

Baca juga: 53.019 Warga Polman Belum Lakukan Perekaman E-KTP

Pelajar yang belum berusia 17 tahun pada April 2019 akan diberikan nota pengingat untuk mengambil fisik E-KTP saat pelajar tersebut berusia 17 tahun.

Sementara itu, pelajar yang akan berusia 17 tahun pada April 2019 diberikan resi untuk pengambilan fisik E-KTP di kantor kelurahan sesuai domisili.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap 2 Penjambret Tas Merek Gobelini di Tanjung Priok

Polisi Tangkap 2 Penjambret Tas Merek Gobelini di Tanjung Priok

Megapolitan
Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Korban Dugaan Pelecehan Seksual Dewan BPJS TK Tiba-tiba Meminta Maaf

Megapolitan
Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Dihadiri 11 Anggota, DPRD Komisi A Sahkan Rancangan Anggaran Dinas Gulkarmat Rp 1,2 Triliun

Megapolitan
Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Empat Rancangan Anggaran Fantastis Gulkarmat Akhirnya Disahkan dengan Diwarnai Perdebatan

Megapolitan
Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

Megapolitan
Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowi Hadiri Acara Jalan Sehat bersama Penyandang Disabilitas

Megapolitan
Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Bukan Hanya Nama Jalan, MH Thamrin Juga Pernah Dijadikan Nama Proyek Pembangunan

Megapolitan
Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Polisi Tunggu Hasil Labfor untuk Ungkap Penyebab Kebakaran Mal Lokasari Square

Megapolitan
Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Tercatat 96 Kali Gempa Tektonik di Wilayah Banten pada November 2019

Megapolitan
Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Begini Cara Petugas PJL Atur Pelintasan KA Tanpa Palang di Stasiun Ancol

Megapolitan
Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Berjaga 24 Jam, Mendengar Aktivitas Alam yang Kian Sulit Dipahami

Megapolitan
DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

DPRD DKI Soroti Usulan Anggaran Sistem Informasi Potensi Bencana Senilai Rp 8 Miliar

Megapolitan
Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Sempat Dicoret, Pembangunan SMK 74 Akhirnya Disahkan DPRD DKI sebagai Boarding School

Megapolitan
Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Ketika Komisi E DPRD DKI Terbelah soal Boarding School SMKN 74...

Megapolitan
BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

BPBD DKI Usulkan Anggaran Simulator Bencana Berteknologi Canggih Senilai Rp 12 Miliar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X