Geng Motor yang Sasar Warung Pecel Lele 4 Kali Beraksi Februari Ini

Kompas.com - 19/02/2019, 19:59 WIB
Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2019), menggelar jumpa pers terkait penangkapan geng motor yang menyasar warung pecel lele di Jakarta Selatan. KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARIPolres Metro Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2019), menggelar jumpa pers terkait penangkapan geng motor yang menyasar warung pecel lele di Jakarta Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Geng motor yang menyasar warung pecel lele pada Senin (12/2/2019) pekan lalu ternyata sudah empat kali beraksi pada Februari ini.

"Tanggal 7 Februari ada dua kejadian dan tanggal 11 ada dua kejadian," kata Kanit Reskirim Polrea Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya, Selasa (19/2/2019) sore.

Enam orang anggota geng motor itu menyasar warung-warung di Jakarta Selatan sebagai target pencurian.

Dengan membawa tiga buah celurit NA (18), FZ (15), IR (19), AT (23), RR (17), dan KM (19), mengancam korbannya lalu merampas barang-barang yang ada di warung tersebut.


"Ada (yang dilukai) tapi sampai tidak meninggal," kata Andi.

Baca juga: Terlibat Tawuran dan Pembegalan, 61 Anggota Geng Motor di Jakarta Barat Ditangkap

Empat tersangka ditangkap di rumanya masing-masing di Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu lalu. Dari penangkapan itu polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa lima buah HP, Satu buah notebook, dan satu speaker aktif.

Polisi juga sudah memeriksa saksi dan korban dari enam orang anggota geng motor tersebut.

Mereka akan dijerat dengan Pasal 365 KUHP mengenai tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukum untuk mereka adalah penjara maksimal sembilan tahun.

Baca juga: Warung Pecel Lele di Pasar Minggu Jadi Sasaran Geng Motor

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X