Ini Penyebab Taman Duta Depok Kerap Terendam Banjir

Kompas.com - 22/02/2019, 19:34 WIB
Perumahan Taman Duta, Cimanggis, Depok, Senin (29/10/2018). Kompas.com/Cynthia LovaPerumahan Taman Duta, Cimanggis, Depok, Senin (29/10/2018).

DEPOK, KOMPAS.com - Taman Duta, Sukmajaya, Depok, kerap terendam banjir setiap diguyur hujan. 

Lurah Cisalak Wiyana mengatakan, hal itu disebabkan karena topografi Taman Duta rendah. 

"Selain itu, penyebab Taman Duta banjir karena pengendapan di Kali Laya tinggi dan mulai dangkalnya kali tersebut, terutama pada daerah perbatasan dengan Tugu hingga Pasar Pal," ujar Wiyana kepada Kompas.com, Jumat (22/2/2019).

Baca juga: Warga Keluhkan Banjir di Perumahan Taman Duta Depok Tiap Hujan Deras

Ia mengatakan, pendagkalan Kali Laya menyebabkan aliran air dari Situ Pengarengan tidak tertampung lagi dan meluap.

"Jadi sebenarnya harus mulai normalisasi Kali Laya, dikeruk lagi tuh," ucapnya.

Selain itu, menurut dia, resapan air mulai tertutupi banyaknya pembangunan permukiman.

Baca juga: Drainase Tersumbat Sampah Jadi Penyebab Banjir Taman Duta, Depok

"Karena yang dulunya ada tandon-tandon air, kan, sudah mulai pada jadi perumahan di kawasan aliran Situ Pengarengan sehingga airnya tidak tertampung. Jadi tiap ada hujan kiriman pasti banjir," ujar Wiyana. 

Adapun, Perumahan Taman Duta, Depok, Jawa Barat, kerap terendam banjir tiap kali diguyur hujan.

Hal ini dikeluhkan warga setempat. 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X