Istri Korban Lion Air: Walau Enggak Ada Papanya, Cita-cita Harus Terwujud..

Kompas.com - 25/02/2019, 12:42 WIB
HISTERIS --Sukartini, ibunda Alfiani Hidayati Solikah, pramugari korban pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat menangis histeris memeluk peti jenazah anaknya di rumah duka di Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu ( 14 / 11 / 2018) siang. KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiHISTERIS --Sukartini, ibunda Alfiani Hidayati Solikah, pramugari korban pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat menangis histeris memeluk peti jenazah anaknya di rumah duka di Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu ( 14 / 11 / 2018) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Susiyani, istri Liu Anto yang merupakan salah satu korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang baru saja menerima dana jaminan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Jakarta Barat.

Dana sebesar Rp 1,035 miliar yang ia terima rencananya akan digunakan untuk biaya membesarkan anak hingga bangku kuliah.

"Fokusnya untuk anak-anak. Dana ini untuk membesarkan mereka hingga kuliah, sampai bisa meraih cita-cita. Walaupun enggak ada papanya, cita-cita harus terwujud," ujar Susiyani di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin (25/2/2019).

Baca juga: Terkontaminasi, RS Polri Kesulitan Identifikasi Tulang Diduga Korban Lion Air JT 610

Susiyani mengaku, saat ini urusannya dengan pihak Lion Air sudah selesai. Ia merasa tidak perlu memperpanjang masalah.

"Urusan dengan Lion Air sudah selesai, mereka sudah keluarkan santunan. Saya enggak mau perpanjang masalah. Ini bukan soal nominal, tapi saya sudah kehilangan almarhum. Uang berapapun tidak akan menghidupkannya lagi," katanya.

Dia mengatakan, saat ini prioritasnya adalah pada anak-anak. Maka, ia ingin mengurus segala hal terkait almarhum suaminya supaya bisa segera fokus pada keluarga.

"Saya ingin segera selesaikan, supaya tidak ada beban lagi dan bisa fokus besarin anak-anak," ucap Susiyani.

Liu Anto merupakan Direktur Utama PT Dapoer Creative Indonesia yang berada di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Ia menjadi salah satu korban kecelakaan Lion Air JT 610 penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2019.

Baca juga: 26 Bagian Tubuh Korban Lion Air JT 610 Kembali Teridentifikasi

Insiden tersebut menewaskan 189 korban jiwa. Sebanyak 125 korban berhasil diidentifikasi.

Susiyani menyebutkan, Liu Anto termasuk dalam 64 korban yang tidak teridentifikasi.

"Sampai kini suami saya tidak terdentifikasi. Katanya kemarin Jumat ada (jenazah) yang ditemukan lagi, dua minggu lalu juga, tapi kalau (suami) saya enggak sih," terangnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X