Terima Teror, Pelapor Kasus Pengaturan Skor Akan Minta Perlindungan LPSK

Kompas.com - 27/02/2019, 15:05 WIB
Laksmi Indrayani memberikan keterangan ke media terkait teror yang dialaminya setelah melaporkan kasus pengaturan skorKOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARI Laksmi Indrayani memberikan keterangan ke media terkait teror yang dialaminya setelah melaporkan kasus pengaturan skor

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelapor kasus pengaturan skor Laksmi Indrayani mengaku sering menerima teror dan intimidasi terkait laporannya.

Oleh karena itu, pihaknya berencana meminta perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban ( LPSK) pada Jumat (1/3/2019).

"Tadi kami sampaikan ke satgas (Satgas Antimafia Bola), tadi kami minta izin untuk melapor ke lembaga perlindungan saksi dan korban," kata Kuasa Hukum Laksmi, Boyamin, setelah menemui Satgas Antimafia Bola, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019). 

Baca juga: Hidayat Diminta Ungkap Oknum PSS Sleman yang Terlibat Pengaturan Skor

Ia mengatakan, upaya perlindungan itu diperlukan karena banyak pihak berharap Laksmi mencabut laporan kasus tersebut. 

Ancaman-ancaman tersebut sudah mulai dirasakan Laksmi setelah acara talkshow di salah satu stasiun televisi swasta pada Desember 2018.

Berbagai jenis ancaman diterima Laksmi, salah satunya melalui pesan singkat. 

Baca juga: Semen Padang Minta PSSI Jangan Hanya Fokus ke Pengaturan Skor

"Ada beberapa (ancaman dari pesan singkat), tetapi saya tidak bisa sampaikan di sini," ujar Laksmi.

Ia juga belum mengetahui pihak-pihak mana saja yang meneror dirinya. Oleh karena itu, ia meminta perlindungan kepada LPSK. 

"Mungkin saja pastinya dari pihak-pihak yang tidak suka dengan dibukanya kasus mafia bola ini," katanya. 

Baca juga: Dituding Terlibat Pengaturan Skor, Arema Fokus pada Program

Satgas Antimafia Bola telah menetapkan 16 tersangka terkait kasus pengaturan skor.

Terakhir, polisi menjadikan mantan Exco PSSI bernama Hidayat sebagai tersangka pada Jumat (21/2/2019).

Hidayat diduga meminta PSS Sleman selalu dimenangkan di kandang. 



Terkini Lainnya

Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Regional
Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Megapolitan
Situng KPU Dinilai Berhasil Pancing Partisipasi Publik Kawal Suara

Situng KPU Dinilai Berhasil Pancing Partisipasi Publik Kawal Suara

Nasional
Pasca-gugurnya Anggota Polisi yang PAM Pemilu, Dinkes Bintan Siagakan Tenaga Medis di Seluruh PPK

Pasca-gugurnya Anggota Polisi yang PAM Pemilu, Dinkes Bintan Siagakan Tenaga Medis di Seluruh PPK

Regional
Minta Pembebasan Rekannya, Aktivis Perempuan Saudi Berkendara Keliling AS

Minta Pembebasan Rekannya, Aktivis Perempuan Saudi Berkendara Keliling AS

Internasional
Bantah Terima Uang, Staf Menpora Diketahui Bertransaksi di Arab dan Tulungagung

Bantah Terima Uang, Staf Menpora Diketahui Bertransaksi di Arab dan Tulungagung

Nasional
Ini Sejumlah Aturan Baru Penerimaan Siswa SD dan SMP di Surabaya

Ini Sejumlah Aturan Baru Penerimaan Siswa SD dan SMP di Surabaya

Regional
Taman Waduk Ria Rio, Asyik Dikunjungi untuk Menyendiri maupun Berduaan

Taman Waduk Ria Rio, Asyik Dikunjungi untuk Menyendiri maupun Berduaan

Megapolitan
Risma: Jangan Cuma Jadi Bonek, Kalian Harus Jadi Pemain Bola yang Hebat

Risma: Jangan Cuma Jadi Bonek, Kalian Harus Jadi Pemain Bola yang Hebat

Regional
AWS Akan Bangun Pusat Data di Jawa Barat, Ini 3 Kisi-kisi dari Ridwan Kamil

AWS Akan Bangun Pusat Data di Jawa Barat, Ini 3 Kisi-kisi dari Ridwan Kamil

Regional
Para Elite Politik Diimbau Beri Komentar Menyejukkan seperti Sandiaga

Para Elite Politik Diimbau Beri Komentar Menyejukkan seperti Sandiaga

Nasional
Satpam yang Bunuh Wanita di Basement Hotel Kirim WhatsApp ke Istri Sebelum Bunuh Diri

Satpam yang Bunuh Wanita di Basement Hotel Kirim WhatsApp ke Istri Sebelum Bunuh Diri

Megapolitan
Perempuan Ini Punya 44 Orang Anak dan Mengurus Mereka Sendirian

Perempuan Ini Punya 44 Orang Anak dan Mengurus Mereka Sendirian

Internasional
CIA Bikin Akun Instagram, Ada Apa?

CIA Bikin Akun Instagram, Ada Apa?

Internasional
Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Cabuli Bocah Perempuan 7 Tahun di Riau

Polisi Tangkap 3 Remaja yang Diduga Cabuli Bocah Perempuan 7 Tahun di Riau

Regional

Close Ads X