Di Balik Gaji Puluhan Juta Seorang Kepala Stasiun..

Kompas.com - 27/02/2019, 17:28 WIB
Keramaian penumpang di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat sudah mulai terlihat, Jumat (8/6/2018).  Sejumlah tempat duduk di ruang tunggu tampak penuh sehingga membuat penumpang lainnya harus berlesehan di lantai. Kondisi serupa juga terlihat saat Kompas.com mendatangi  Stasiun Gambir, Kamis (7/6/2018) malam. KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBAKeramaian penumpang di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat sudah mulai terlihat, Jumat (8/6/2018). Sejumlah tempat duduk di ruang tunggu tampak penuh sehingga membuat penumpang lainnya harus berlesehan di lantai. Kondisi serupa juga terlihat saat Kompas.com mendatangi Stasiun Gambir, Kamis (7/6/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com - VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Agus Komarudin membenarkan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan yang menceritakan gaji Kepala Stasiun Gambir saat ini bisa mencapai Rp 27,5 juta hingga Rp 30 juta untuk satu bulan.

"Apa yang disampaikan Pak Jonan adalah benar," kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/2/2019).

Tak hanya Kepala Stasiun Gambir, gaji puluhan juta rupiah itu juga diberikan kepada Kepala Stasiun Pasar Senen.

Menurut Agus, pemberian gaji puluhan juta itu hanya diberikan kepada dua kepala stasiun lantaran mereka mengemban tanggung jawab lebih besar dibandingkan kepala stasiun lainnya.


Baca juga: [POPULER EKONOMI] PT PAL akan Produksi Kapal Selam Sendiri | Gaji Kepala Stasiun Tembus Rp 30 Juta Per Bulan

Tanggung jawab yang diemban di antaranya melayani penumpang kereta api antarkota di Pulau Jawa, pengelolaan sistem tiket, dan memastikan ketepatan waktu kedatangan ataupun keberangkatan kereta.

"Saat ini baru dua itu saja (Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen). Dilihat dari volume keretanya kan lebih banyak dibandingkan stasiun lainnya. Mereka juga harus mempertanggungjawabkan keuangan, pelayanan di stasiun seperti sistem ticketing dan perjalanan kereta," jelas Agus.

"Volume penumpang kan juga lebih banyak daripada stasiun lainnya. Kalau kepala stasiun lainnya ya di bawah (gaji) dua kepala stasiun itu," jelas Agus.

Ketika ditanya lebih lanjut, Agus enggan menjelaskan nominal gaji kepala stasiun lainnya.

Sebelumnya, Jonan menceritakan rendahnya pendapatan kepala stasiun membuat mereka harus mencari penghasilan sampingan.

Hal tersebut dinilai membuat kepala stasiun menjadi tidak fokus pada tanggung jawab utamanya.

Menurut Jonan, untuk memperbaiki pelayanan  PT KAI yang kala itu bisa dibilang masih cukup berantakan, tunjangan kinerja pegawai menjadi salah satu kuncinya.

Baca juga: Cerita Jonan, Gaji Kepala Stasiun Tembus Rp 30 Juta dalam 10 Tahun

Dia bahkan berani menjaminkan jabatannya di depan Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan kala itu jika memang dengan kenaikan tunjangan kinerja pegawai, kinerja PT KAI tak mengalami perbaikan.

"Sepuluh tahun yang lalu, saya masih ingat betul 25 Februari 2009, saya ke Stasiun Gambir, yang merupakan stasiun paling besar jadi kepala stasiunnya adalah yang senior, saya tanya take home pay-nya berapa, beliau jawab total penghasilannya Rp 2,75 juta. Saya tanya apa cukup? Enggak cukup katanya," ujar Jonan, Selasa (26/2/2019) kemarin. 

"Saya bilang dengan Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan kala itu, kalau ini tidak diubah (tunjangan kinerja) layanannya tidak baik. Kalau diubah tapi tidak baik bagaimana? Saya bilang ke Pak Menteri waktu itu, ya gampang saja, saya saja yang dipecat," lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

Megapolitan
Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Megapolitan
Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Megapolitan
Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Megapolitan
4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

Megapolitan
Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Megapolitan
Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Megapolitan
Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Megapolitan
Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Megapolitan
Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Megapolitan
Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Megapolitan
27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X