3 Dipo Sampah Akan Dibangun di Jakarta Utara

Kompas.com - 27/02/2019, 20:01 WIB
Dipo Sampah Ramah Lingkungan, TPS rawa Badak Utara,  Koja,  Jakarta Utara diresmikan pada Jumat (14/12/2018). Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUMDipo Sampah Ramah Lingkungan, TPS rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara diresmikan pada Jumat (14/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akan membangun dipo sampah ramah lingkungan di Waduk Cincin, Rawa Badak Utara, dan Kelapa Gading.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Slamet Riyadi mengatakan, tiga dipo sampah itu dalam proses perencanaan dan ditargetkan mulai dibangun tahun ini.

"Pembangunan ketiga dipo sampah ramah lingkungan itu membutuhkan biaya sekitar Rp 9 miliar. Mudah-mudahan prosesnya lancar sehingga tahun ini ketiga dipo sampah tersebut bisa segera dibangun," kata Slamet dalam siaran pers, Rabu (27/2/2019).

Baca juga: Bersih-bersih Kali Blencong, 1,5 Ton Sampah Diangkut


Slamet menjelaskan, ketiga dipo sampah ramah lingkungan mempunyai fitur pengolahan sampah, composting, bank sampah, dan 3R (reuse, reduce, recycle).

"Ketiga dipo sampah itu akan intensif mengolah sampah sehingga mampu mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang di setiap harinya," ujarnya. 

Slamet menuturkan, dipo Rawa Badak Utara akan dibangun di atas lahan seluas 1.300 meter persegi di Jalan Inspeksi Sunter RW 009 Kelurahan Rawa Badak Utara.

Baca juga: Inisiatif Pola Jaring Pelajar SMP di Sumedang Mampu Atasi Sampah Biang Banjir

Sementara itu, dipo Kelapa Gading akan menempati lahan seluas seluas 1.600 meter persegi di Jalan Inspeksi Kali Sunter RW 006 Kelurahan Kelapa Gading Barat.

Dipo Waduk Cincin akan dibangun di atas lahan seluas 1.600 meter persegi di wilayah Kelurahan Papanggo.

Sebelumnya, dipo sampah ramah lingkungan sudah didirikan di kawasan Koja, Jakarta Utara dan telah beroperasi sejak Jumat (14/12/2019). 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X