Kompas.com - 28/02/2019, 13:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet dilanjutkan pada Rabu (6/3/2019) pekan depan dengan agenda pembacaan eksepsi atau pembelaan dari pihak terdakwa.

"Untuk sidang selanjutnya pada Rabu, 6 Maret 2019," kata Ketua Majelis Hakim Joni di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebelum menutup sidang perdana Ratna, Kamis (28/2/2019).

Dia menambahkan, pihaknya juga akan menampung permohonan tim pengacara Ratna mengenai tahanan kota dan mempertimbangkannya.

Baca juga: Pengunjuk Rasa: Ratna, Ungkap Auktor Intelektualis di Balik Hoaks!

"Atas permohonan kuasa hukumnya akan dipertimbangkan," ujar Joni.

Adapun permohonan tim pengacara Ratna merupakan pengajuan pengalihan tahanan menjadi tahanan kota atau rumah.

Saat ini, Ratna masih menjalani statusnya sebagai terdakwa sekaligus ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. 

"Kami mengajukan permohonan untuk pengalihan penahanan dari Polda Metro Jaya menjadi tahanan rumah atau tahanan kota," kata pengacara Ratna, Desmihardi.

Permohonan itu diajukan ke PN Jakarta Selatan dengan alasan bahwa Ratna sudah berusia senja dan kerap sakit-sakitan.

Adapun sidang perdana Ratna Sarumpaet digelar pada Kamis pukul 09.30 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ia datang didampingi putrinya, Atiqah Hasiholan.

Dalam kasus ini, Ratna didakwa berbohong dengan mengaku dipukuli hingga wajahnya bengkak dan lebam. Padahal ia baru menjalani operasi kecantikan.

Baca juga: Hakim Sidang Ratna Sarumpaet: Pengadilan Tak Ikut-ikutan Masalah Politik

Ratna pun mengakui bahwa dia memang menyebarkan berita bohong tentang dirinya yang dipukul hingga lebam di bagian wajah. 

Dalam persidangan, Ratna didakwa Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sahroni Sebut Nasdem Bakal Umumkan Capres dan Koalisi pada 10 November

Sahroni Sebut Nasdem Bakal Umumkan Capres dan Koalisi pada 10 November

Megapolitan
Wakil Ketua DPRD Depok Hukum Sopir Truk hingga Videonya Viral, Warga Beberkan Latar Belakangnya...

Wakil Ketua DPRD Depok Hukum Sopir Truk hingga Videonya Viral, Warga Beberkan Latar Belakangnya...

Megapolitan
Telan Anggaran Hingga Rp 195 Miliar, Apa Spesialnya Saringan Sampah Kali Ciliwung?

Telan Anggaran Hingga Rp 195 Miliar, Apa Spesialnya Saringan Sampah Kali Ciliwung?

Megapolitan
BEM SI Demo di Gedung DPR Besok, 5.000 Orang Disebut Akan Turut ke Jalan

BEM SI Demo di Gedung DPR Besok, 5.000 Orang Disebut Akan Turut ke Jalan

Megapolitan
Anies Letakkan Batu Pertama Pembangunan RS Toto Tentrem Khusus Bedah di Tebet

Anies Letakkan Batu Pertama Pembangunan RS Toto Tentrem Khusus Bedah di Tebet

Megapolitan
Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Tas Pengunjung Kolam Renang di GOR Ciracas

Polisi Selidiki Dugaan Pencurian Tas Pengunjung Kolam Renang di GOR Ciracas

Megapolitan
 Begini Cara Mendapatkan Vaksin PCV Gratis di Puskesmas Cipondoh...

Begini Cara Mendapatkan Vaksin PCV Gratis di Puskesmas Cipondoh...

Megapolitan
Saringan Sampah Kali Ciliwung Senilai Rp 195 Miliar Sedang Dibangun, Diharapkan Bisa Cegah Banjir di Jakarta

Saringan Sampah Kali Ciliwung Senilai Rp 195 Miliar Sedang Dibangun, Diharapkan Bisa Cegah Banjir di Jakarta

Megapolitan
Pulau G Sudah Lama Terkena Abrasi, Bagian Tengah Pulau Dipenuhi Air Laut

Pulau G Sudah Lama Terkena Abrasi, Bagian Tengah Pulau Dipenuhi Air Laut

Megapolitan
Sejarah Panjang Pulau G yang Kini Dipenuhi Sampah dan Terkikis Air Laut

Sejarah Panjang Pulau G yang Kini Dipenuhi Sampah dan Terkikis Air Laut

Megapolitan
Curhat Pedagang Cendera Mata di Kota Tua, Banjir Rezeki Saat Ada Rombongan Bus Pariwisata

Curhat Pedagang Cendera Mata di Kota Tua, Banjir Rezeki Saat Ada Rombongan Bus Pariwisata

Megapolitan
Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas Diduga Dicuri, Uang hingga Ponsel Raib

Tas Pengunjung Kolam Renang di Ciracas Diduga Dicuri, Uang hingga Ponsel Raib

Megapolitan
Wali Kota Benyamin Sebut Banjir di Tangsel Terjadi akibat Masalah Drainase

Wali Kota Benyamin Sebut Banjir di Tangsel Terjadi akibat Masalah Drainase

Megapolitan
BEM SI Bakal Kembali Demo di Gedung DPR, Suarakan Isu Petani dan Tolak Kenaikan Harga BBM

BEM SI Bakal Kembali Demo di Gedung DPR, Suarakan Isu Petani dan Tolak Kenaikan Harga BBM

Megapolitan
Antisipasi Longsor di Tanjung Barat, Pemkot Jaksel Pasang Potongan Kayu Dolken

Antisipasi Longsor di Tanjung Barat, Pemkot Jaksel Pasang Potongan Kayu Dolken

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.