Ditanya Banjir, Anies Jawab "Sensasinya Tak Sebanding dengan Kondisinya"

Kompas.com - 05/03/2019, 13:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).KOMPAS.com/NURSITA SARI Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau banyak berkomentar saat ditanya soal banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada Selasa (5/3/2019) pagi.

Dia justru meminta wartawan untuk mengecek jumlah RT yang tergenang banjir dan durasi banjir yang berlangsung di sejumlah wilayah itu.

"Saya berharap teman-teman yang menulis, melihat jumlah RT-nya berapa, durasinya berapa lama, karena sensasinya enggak sebanding dengan kondisinya," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Anies juga tidak mau menjawab soal rencana normalisasi atau naturalisasi sungai yang akan dilakukan Pemprov DKI Jakarta guna mencegah terjadinya banjir di Ibu Kota.

Baca juga: Aktivitas Warga di Jakarta Barat Terhambat karena Banjir

"Nanti deh itu, sudah terlalu sering," kata Anies.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Subejo mengatakan, BPBD masih memverifikasi data banjir dan genangan yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada Selasa pagi.

"Sedang diverifikasi dan di-cross check dulu di lapangan, berapa lama tergenang dan berapa ketinggiannya. Jadi, mohon maaf dulu ya," ucap Subejo melalui pesan singkat.

Sebelumnya diberitakan, Kali Bukit Gading Raya (BGR) di kawasan Kelapa Gading meluap pada Selasa dini hari imbas hujan deras yang mengguyur sejak tengah malam.

Luapan Kali BGR menyebabkan genangan dengan ketinggian bervariasi di dua ruas jalan, yaitu Jalan Boulevard Barat Raya dan Jalan Raya Gading Kirana.

Pantauan Kompas.com pada Selasa pagi, tinggi air di Jalan Raya Gading Kirana mencapai 20 sentimeter.

Kemudian, genangan di Jalan Boulevard Barat Raya tampak terkonsentrasi di area parkir ruko-ruko yang memang berbentuk cekung.

Kedalaman air di sana mencapai 20 sentimeter, sementara ketinggian genangan air di jalur kendaraan Jalan Boulevard Barat sekitar 5 sentimeter.

Banjir juga terjadi di sepanjang jalan kompleks Green Garden, Kedoya Utara, Jakarta Barat.

Baca juga: Sejumlah Ruko Tekstil di Mangga Dua Terendam Banjir

Pantauan Kompas.com pukul 09.20, banjir juga mencapai perempatan Jalan Panjang di depan kompleks Green Garden. Ketinggian banjir 30-40 sentimeter.

Kawasan depan ITC Mangga Dua, Jakarta Utara, juga banjir setinggi 30-40 sentimeter akibat hujan deras sejak Selasa dini hari.

Pantauan Kompas.com pukul 08.49, air tergenang di sisi jalan dari Kota Tua mengarah ke Gunung Sahari.

Kawasan Grosir Tekstil di samping ITC Mangga Dua juga ikut terendam banjir. Pantauan di lokasi sejak pukul 09.25, ketinggian air di kawasan ruko 30-50 sentimeter.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X