Ratna Sarumpaet Akan Kembali Ajukan Permohonan Jadi Tahanan Kota

Kompas.com - 06/03/2019, 11:31 WIB
Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet memberikan keterangan kepada wartawan di depan Rutan Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/3/2019) KOMPAS.com/ JIMMY RAMADHAN AZHARITerdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet memberikan keterangan kepada wartawan di depan Rutan Mapolda Metro Jaya, Rabu (6/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet akan kembali mengajukan permohonan ke pengadilan untuk dijadikan tahanan kota.

Hal itu disampaikan Ratna di depan Rumah Tahanan (Rutan) Mapolda Metro Jaya setelah mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (6/3/2019) ini. Dalam persidangan hari ini, majelis hakim telah menolak permohonan Ratna untuk dijadikan tahanan kota.

Ratna mengatakan, meskipun kondisinya sehat, namun di usianya saat ini, mendekam di Rutan berbulan-bulan sangat berat baginya.

Baca juga: Ratna Sarumpaet: Masa Saya Mesti dalam Keadaan Parah untuk Ditangguhkan Penahanannya?

"Ya kami tetap akan coba lagi karena beliau (hakim) kan melihat dasarnya harus sakit. Saya mungkin bukan sakit ya, tapi saya dengan usia seperti ini tidur di dalam situ selama berbulan-bulan ya berat," kata Ratna kepada wartawan.

Ia menambahkan, dirinya akan segera membahas soal permohonan pengalihan penahanan menjadi tahanan kota bersama kuasa hukumnya. "Ya kami baru mau rapatkan", kata Ratna.

Majelis Hakim telah menolak permohonan Ratna untuk dijadikan tahanan kota dalam persidangan di PN Jakarta Selatan tadi pagi.

"Sesuai dengan permohonan dari terdakwa soal pengalihan status terdakwa menjadi tahanan kota, majelis belum dapat mengabulkan permohonan tersebut," kata Hakim Ketua, Joni, saat persidangan.

Majelis menilai tidak ada alasan konkret yang dapat dijadikan pertimbangan untuk mengabulkan permohonan terdakwa. Ratna juga selalu terlihat sehat saat menghadiri persidangan.

Baca juga: Permohonan Ratna Sarumpaet Jadi Tahanan Kota Ditolak

Agenda sidang hari ini adalah pembacaan eksepsi atau nota keberatan pihak terdakwa terhadap dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

Ratna didakwa dengan Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana. Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X