Kebakaran Pasar Blok A Kebayoran Diduga akibat Korsleting Listrik

Kompas.com - 06/03/2019, 13:30 WIB
Petugas pemadam kebakaran mendinginkan sisa kebakaran di Tempat Penampungan Sementara Pasar Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019). Kebakaran yang diduga karena korsleting listrik tersebut menghanguskan sekitar 414 kios. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPetugas pemadam kebakaran mendinginkan sisa kebakaran di Tempat Penampungan Sementara Pasar Blok A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2019). Kebakaran yang diduga karena korsleting listrik tersebut menghanguskan sekitar 414 kios.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sudin Gulkmart Jakarta Selatan, Irwan mengatakan, terjadinya kebakaran di Pasar Blok A, Kebayoran Baru pada Rabu (6/3/2019) diduga akibat korsleting listrik dari salah satu toko.

Kebakaran menghanguskan 414 unit ruko di Pasar Blok A.

"Diduga karena korsleting ya sementara," ujarnya saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi yakni petugas sekuriti setempat, awalnya terdengar teriakan minta tolong dari sebuah toko di sisi barat pasar.

Sekuriti itu langsung menghampiri sumber teriakan dan terlihat api sudah melalap toko tersebut.

Baca juga: 414 Unit Ruko di Pasar Blok A Kebayoran Baru Ludes Terbakar

Sekuriti tersebut kemudian berusaha membantu memadamkan api. Dirasa api makin membesar, sekuriti itu langsung menelpon petugas kebakaran Jakarta Selatan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami terima laporan dari warga pukul terima 04.35 WIB sampai lokasi pukul 4.40 WIB," jelasnya.

Sebanyak 19 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan amarah si jago merah. Alhasil selama dua jam berjibaku, pukul 06.30 WIB api berhasil dipadamkan.

Tidak ada korban jiwa yang terjadi dalam insiden itu, namun kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Pembunuhan Paranormal di Tangerang: Berawal Selingkuh hingga Sewa Pembunuh Bayaran

Fakta Pembunuhan Paranormal di Tangerang: Berawal Selingkuh hingga Sewa Pembunuh Bayaran

Megapolitan
Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Misteri Kematian Pemuda di Teluknaga, Berawal Dendam Pelaku hingga Pengeroyokan

Megapolitan
Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Pemkot Depok Kebut Normalisasi Situ Jatijajar, Bojongsari, dan Pengarengan Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Hampir Seluruh PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Hampir Seluruh PAUD di Depok Diklaim Siap Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Prakiraan Cuaca BMKG Rabu: Sebagian Jakarta dan Bodebek Kemungkinan Hujan Jelang Sore

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

[POPULER JABODETABEK] Viani Limardi Tuntut PSI Rp 1 Triliun | Komplotan Perampok Beraksi di Cilandak KKO

Megapolitan
Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Tak Ditilang, Perempuan di Tangerang Diminta Nomor Telepon Lalu Terus Dihubungi Polisi

Megapolitan
UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE: Tambah 73 Kasus di Depok, 2 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE: Tambah 8 Kasus di Kota Tangerang, 94 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Hippindo: Kalau Sertifikasi CHSE Gratis Tanpa biaya, Kami Tak Masalah

Megapolitan
Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Sidang Hoaks Babi Ngepet di Depok, Saksi Mulanya Tak Tahu Barang yang Diambilnya Babi

Megapolitan
ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

ART di Kebon Jeruk Curi Brankas Majikannya Saat Ditinggal ke Luar Negeri

Megapolitan
UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 28 September: Tambah 15 Kasus Covid-19 dan 10 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Pengakuan Pencuri Motor di Bekasi: Gaji Rp 2 Juta Kurang buat Kebutuhan Sehari-hari

Megapolitan
Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Merasa Aman Beraktivitas di Tangsel, Manusia Silver Hanya Ditahan 2 Hari jika Terjaring Razia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.