Pungli di SMK Taman Sakti Jakbar, Siswa Dimintai Uang Rp 100.000 Urus KJP

Kompas.com - 08/03/2019, 17:51 WIB
Ilustrasi shutterstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pungutan liar ( pungli) ormulir Kartu Jakarta Pintar ( KJP) terjadi di SMK Taman Sakti, Kalideres, Jakarta Barat.

Kompas.com mendapatkan salinan surat aduan dari para orang tua siswa kepada Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi.

Para siswa diminta membayar uang Rp 100.000 untuk mengurus administrasi KJP.

Baca juga: DKI Buka Gerai Pangan Bersubsidi untuk Buruh dan Penerima KJP di Cakung

"Kami semua para orangtua murid sangat tidak setuju dengan pungutan biaya tersebut, karena tidak diatur dalam SK Gubernur Tahun 2018 dan tidak ada biaya untuk formulir KJP," tulis para orangtua murid dalam surat aduan tertanggal 4 Maret 2019 tersebut.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Barat Tajjudin Nur membenarkan adanya pungli tersebut. 

"Iya (benar terjadi). Kepala sekolah sudah dikonfirmasi dan dilanjutkan dengan BAP (berita acara pemeriksaan)," kata Tajjudin kepada Kompas.com, Jumat (8/3/2019). 

Baca juga: Beda Penggunaan SKTM dan KJP dalam PPDB di Jakarta

Pihaknya berjanji akan memproses kasus ini hingga tuntas.

"Untuk sekolah lain, saya minta semua pengawas sekolah cek kembali pelaksanaan KJP untuk langkah antisipasi dan mengambil langkah tindakan jika ada sekolah yang menyalahi prosedur," ujarnya. 

Adapun, KJP merupakan program Pemprov DKI untuk memberikan bantuan dana pendidikan Rp 240.000 per bulan untuk warga Jakarta tidak mampu.

Baca juga: Penerima KJP Tak Perlu Lagi Gunakan SKTM untuk PPDB

Bantuan diberikan hingga warga tersebut selesai menjalankan pendidikan sampai tingkat SMA/SMK.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Depok: Pradi Janjikan Dana RW, Imam Dana Kelurahan

Debat Pilkada Depok: Pradi Janjikan Dana RW, Imam Dana Kelurahan

Megapolitan
Debat Kandidat Pilkada Depok: Imam Tanya soal Kesehatan, Pradi Malah Bahas UMKM

Debat Kandidat Pilkada Depok: Imam Tanya soal Kesehatan, Pradi Malah Bahas UMKM

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Sepeda MTB di Jakarta

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Sepeda MTB di Jakarta

Megapolitan
Pradi: Kami Akan Jaga Pertumbuhan Ekonomi Depok Tanpa Korbankan Kesehatan Warga

Pradi: Kami Akan Jaga Pertumbuhan Ekonomi Depok Tanpa Korbankan Kesehatan Warga

Megapolitan
Imam Sebut 1.000 Kios Sudah Dibangun di Depok, Afifah: Lihat Kenyataan di Lapangan

Imam Sebut 1.000 Kios Sudah Dibangun di Depok, Afifah: Lihat Kenyataan di Lapangan

Megapolitan
Atasi Masalah Generasi Muda, Idris-Imam Janji Bangun Alun-alun hingga Depok Creative Hub

Atasi Masalah Generasi Muda, Idris-Imam Janji Bangun Alun-alun hingga Depok Creative Hub

Megapolitan
Imam Pamer Alpukat dan Belimbing Saat Debat Kandidat Pilkada Depok

Imam Pamer Alpukat dan Belimbing Saat Debat Kandidat Pilkada Depok

Megapolitan
Debat Kandidat Pilkada Depok, Imam Budi Janji Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming

Debat Kandidat Pilkada Depok, Imam Budi Janji Manfaatkan Lahan Tidur untuk Urban Farming

Megapolitan
Pradi-Afifah Janji Batasi Izin Pendirian Pasar Modern jika Menang Pilkada Depok

Pradi-Afifah Janji Batasi Izin Pendirian Pasar Modern jika Menang Pilkada Depok

Megapolitan
UPDATE 30 November: Ada 2.909 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Terbanyak di Karawaci

UPDATE 30 November: Ada 2.909 Kasus Covid-19 di Kota Tangerang, Terbanyak di Karawaci

Megapolitan
Rizieq Shihab Diperiksa Besok, Polisi Imbau Simpatisannya Tak Datang ke Polda Metro Jaya

Rizieq Shihab Diperiksa Besok, Polisi Imbau Simpatisannya Tak Datang ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Debat Pilkada Depok, Imam Budi Sendirian Hadapi Pradi-Afifah

Debat Pilkada Depok, Imam Budi Sendirian Hadapi Pradi-Afifah

Megapolitan
PSI: Jika LRT Velodrome-Dukuh Atas Dihapus, Pemprov DKI Berpotensi Kehilangan Rp 248,6 Miliar Per Tahun

PSI: Jika LRT Velodrome-Dukuh Atas Dihapus, Pemprov DKI Berpotensi Kehilangan Rp 248,6 Miliar Per Tahun

Megapolitan
KPU Tangsel Ajukan Pergantian 1.889 Surat Suara yang Rusak dan Kurang

KPU Tangsel Ajukan Pergantian 1.889 Surat Suara yang Rusak dan Kurang

Megapolitan
Besok, Polisi Juga Panggil Menantu Rizieq Shihab soal Kerumunan di Petamburan

Besok, Polisi Juga Panggil Menantu Rizieq Shihab soal Kerumunan di Petamburan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X