Gerindra Prioritaskan Pemilihan Wagub DKI Dibanding Kampanye Caleg

Kompas.com - 11/03/2019, 20:33 WIB
Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIKetua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penasihat Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta akan lebih baik jika digelar secepatnya.

Karena itu, anggota Fraksi Gerindra yang kembali mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2019 akan memprioritaskan diri untuk menghadiri rapat paripurna pemilihan wagub dibanding berkampanye.

"(Pemilihan wagub) lebih cepat, lebih bagus. Insya Allah enggak keganggu, kampanye bisa sore," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019).

Baca juga: Sudah Diajukan ke DPRD, 2 Cawagub DKI Tak Bisa Diganti

Meskipun demikian, Taufik mengakui adanya potensi pemilihan wagub DKI digelar setelah Pemilu serentak 2019 karena kesibukan para anggota DPRD dari berbagai fraksi yang kembali nyaleg.

Namun, hal itu bisa diantisipasi dengan komunikasi yang dilakukan calon wakil gubernur dan partai pengusung, Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), kepada fraksi-fraksi di DPRD DKI.

"Bisa saja begitu (setelah Pemilu), tapi tergantung komunikasi," kata Taufik.

Adapun dua nama calon wakil gubernur DKI Jakarta telah diserahkan ke DPRD DKI pada Senin (4/3/2019) pekan lalu. Dua nama itu yakni kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

DPRD DKI akan menggelar rapat pimpinan gabungan (rapimgab) pada Rabu (13/3/2019) untuk membentuk panitia pemilihan wagub.

Baca juga: Ketua FBR Ingin Tahu Kepedulian 2 Cawagub DKI dari PKS Terhadap Betawi

Panitia itu kemudian akan diumumkan dalam rapat paripurna untuk disetujui anggota DPRD DKI dan disahkan.

Setelah itu, panitia tersebut akan menyusun tata tertib dan mekanisme pemilihan wagub pengganti Sandiaga Uno.

Selesai panitia pemilihan wagub bekerja, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD DKI akan menentukan jadwal rapat paripurna pemilihan wagub DKI.

Rapat paripurna pemilihan wagub baru bisa digelar jika dihadiri minimal 2/3 dari seluruh anggota DPRD DKI yang berjumlah 106 orang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Ini Sketsa Wajah 2 Pelaku Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Mengenang Peristiwa Pembakaran Bekasi dari Tugu Perjuangan...

Megapolitan
Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi Buat Sketsa Pembunuh Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Tujuh Sumur Tua di Kranggan Resmi Dijadikan Cagar Budaya

Megapolitan
UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

UPDATE: Tambah 21, Kasus Covid-19 di Bekasi Capai 703

Megapolitan
Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Pemkot Depok Pastikan Tempat Tidur Bagi Pasien Covid-19 Masih Tersedia

Megapolitan
Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Giant Margo City Belum Ditetapkan Jadi Klaster Covid-19, Ini Sebabnya

Megapolitan
Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Pegawai Positif Covid-19, Giant Extra Margo City Ditutup Sementara

Megapolitan
Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Kerinduan Idris Si Manusia Patung, Kenang Ramainya HUT RI di Kota Tua Sebelum Pandemi...

Megapolitan
Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Simak, Ini Prakiraan Cuaca BMKG di Jabodetabek 15 Agustus 2020

Megapolitan
UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X