Jumlah Penderita DBD Meningkat, Warga Diimbau Tidak Tolak Kedatangan Jumantik

Kompas.com - 11/03/2019, 21:49 WIB
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). Kegiatan hasil kerja sama Dinas Kesehatan dengan Pramuka Saka Bhakti Husada tersebut untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD) yang mewabah di sejumlah daerah. ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDINPetugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019). Kegiatan hasil kerja sama Dinas Kesehatan dengan Pramuka Saka Bhakti Husada tersebut untuk mengantisipasi berkembangnya nyamuk Aedes Aegypti penyebab demam berdarah dengue (DBD) yang mewabah di sejumlah daerah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah pasien demam berdarah dengue ( DBD) di Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari website Pemkot Jakarta Barat, tercatat pada bulan Januari ditemukan 116 pasien DBD di Kalideres. Jumlahnya meningkat di bulan Februari menjadi 122 pasien.

Kasudin Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini mengungkapkan, salah satu faktor terjadinya peningkatan pasien DBD adalah sulitnya kader juru pemantau jentik ( jumantik) dan petugas kesehatan masuk ke kawasan perumahan elite dan bangunan kosong.

Baca juga: 585 Warga Sumba Timur Kena DBD, 15 Meninggal


"Sulitnya kader jumantik dan petugas kesehatan ke perumahan elite, pabrik, lahan kosong dan rumah tidak berpenghuni menyebabkan kurangnya pemantauan pada jentik-jentik nyamuk," katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/3/2019).

Guna mengatasi hal tersebut, Kristy meminta masyarakat untuk kooperatif terhadap petugas jumantik.

"Saya minta warga bisa menerima petugas jumantik. Para petugas juga diharap pakai tanda pengenal dalam melakukan tugasnya. Kami juga berkoordinasi dengan RT setempat untuk kawasan-kawasan yang sulit dimasuki petugas supaya RT menemani," paparnya.

Selain itu, Kristy juga menyampaikan bahwa kenaikan jumlah penderita DBD di Kalideres karena warga kurang melaksanakan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.

"Peran serta masyarakat kurang dalam melakukan PSN 3M Plus. Masih banyak yang mengandalkan fogging dalam pengendalian nyamuk," jelas Kristy.

Padahal, menurut Kristy, PSN 3M Plus merupakan tindakan preventif untuk mengurangi DBD.

Sebab, curah hujan dan kelembapan udara yang tinggi berpengaruh terhadap perkembangan nyamuk.

Baca juga: UGM: Indonesia Belum Bebas DBD

"Kelembapan udara tinggi membuat nyamuk cepat berkembang biak. Sedangkan curah hujan tinggi membuat wadah-wadah yang kering terisi air hujan, kondisi tersebut sangat disukai nyamuk," ujarnya.

Adapun penderita DBD di DKI Jakarta hingga awal Februari pekan lalu mencapai 878 jiwa. Dari jumlah tersebut, 233 kasus ditemukan di Jakarta Barat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Megapolitan
Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Megapolitan
Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Megapolitan
12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

Megapolitan
Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Megapolitan
Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Megapolitan
Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Megapolitan
Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Megapolitan
2 Tahun Pimpin Jakarta, Anies Klaim Bangun 4 Rumah Aman Anak dan Perempuan

2 Tahun Pimpin Jakarta, Anies Klaim Bangun 4 Rumah Aman Anak dan Perempuan

Megapolitan
Anies Masuki Masa Jabatan 2 Tahun Tanpa Wagub

Anies Masuki Masa Jabatan 2 Tahun Tanpa Wagub

Megapolitan
Kondisi Terkini Wiranto Setelah Insiden Penusukan Enam Hari Lalu

Kondisi Terkini Wiranto Setelah Insiden Penusukan Enam Hari Lalu

Megapolitan
Anies Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Selama 2 Tahun Pemerintahannya

Anies Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali Selama 2 Tahun Pemerintahannya

Megapolitan
Kelihaian Djeni Tipu Sana Sini hingga Raup Miliaran Rupiah...

Kelihaian Djeni Tipu Sana Sini hingga Raup Miliaran Rupiah...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X