70 Persen Polusi Udara dari Kendaraan Bermotor, Dinas LH DKI Gelar Uji Emisi

Kompas.com - 12/03/2019, 11:03 WIB
Dinas Lingkungan Hidup gelar uji emisi kendaraan roda empat di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (12/3/2019). Kompas.com/ Tatang GuritnoDinas Lingkungan Hidup gelar uji emisi kendaraan roda empat di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (12/3/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menggelar uji emisi untuk kendaraan roda empat di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (12/3/2019).

Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Agung Pujo Winarko mengatakan akan ada 15 titik di DKI Jakarta yang akan menjadi lokasi uji emisi.

"Akan dilaksanakan menyeluruh di DKI Jakarta, bahkan tidak cuma di kantor pemerintah tapi juga Mal dan pusat-pusat perindustrian," katanya.

Uji Emisi perlu dilakukan karena 60-70 persen pencemaran udara di DKI Jakarta disebabkan oleh gas buang kendaraan bermotor. Baik roda dua maupun roda empat.

" Polusi udara di Jakarta 60 sampai 70 persen diakibatkan oleh kendaraan bermotor. Itu lah kenapa masyarakat perlu melakukan uji emisi. Ada ketentuannya sesuai Peraturan Gubernur Nomor 31 2008, diatur ketentuannya di situ," papar Agung.

Baca juga: Ketika Jakarta Ditetapkan sebagai Kota dengan Polusi Udara Terburuk di Asia Tenggara...

Dalam Pergub tersebut kata Agung, ada ketentuan tentang ambang batas emisi dari sebuah kendaraan. Diatur melalui berbagai tipe, dari jenis bahan bakar dan tahun kendaraan.

"Kalau enggak lulus uji emisi berarti pemilik kendaraan harus memperhatikan perawatan mesinnya. Maka lakukan perawatan berkala pada kendaraan itu penting," ujar Agung.

Saat ini uji emisi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memang masih berfokus pada kendaraan roda empat. Meski begitu kedepannya Agung berharap uji emisi juga bisa dilaksanakan untuk kendaraan roda dua.

"Ya untuk motor memang belum ada. Padahal jumlahnya signifikan, itu jadi masukan buat kami. Tapi sekarang kita fokus dulu pada kendaraan roda empat, terutama kendaraan pribadi," pungkasnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Viral, Oknum Petugas Ngotot Ingin Makan di Tempat di Kramat Pela

Megapolitan
Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Cuitan Pelecehan Seksual di Bandara Soetta, Polres Bandara Belum Terima Laporan

Megapolitan
Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Tawuran di Pulogadung Tewaskan Seorang Pelajar, Satu Pelaku Ditangkap

Megapolitan
Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Tanggapi Kritik soal Jenazah Saefullah Dibawa ke Balai Kota, Ketua DPRD: Semua Taat Protokol

Megapolitan
UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

UPDATE 18 September: Bertambah 41 Kasus Positif dan 15 Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Jalur Pedestrian di Seputar Istana Bogor Ditutup pada Akhir Pekan untuk Hindari Keramaian

Megapolitan
Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Ojol di Kota Tangerang Didenda Rp 100.000 jika Langgar Protokol Kesehatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X