Perbaikan Jalan Puspiptek yang Ambles Ditargetkan Rampung 7 Hari

Kompas.com - 13/03/2019, 21:22 WIB
Perbaikan jalan oleh petugas UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Tangerang di lubang Jalan Raya Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (13/3/2019). Kompas.com / Tatang GuritnoPerbaikan jalan oleh petugas UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Tangerang di lubang Jalan Raya Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (13/3/2019).

TANGERANG, KOMPAS.com - Perbaikan Jalan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan yang ambles ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga tujuh hari. 

Proses perbaikan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyar (PUPR) Provinsi Banten.

"Perbaikan bisa makan waktu tiga sampai tujuh hari. Itu karena kami harus benahi satu sisi dulu agar arus lalu lintas lancar," ujar Staf UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Kawasan Tangerang Dinas PUPR Provinsi Banten Ilham Febriansyah, di Jalan Puspiptek, Tangerang Selatan, Rabu (13/3/2019).

Baca juga: Jalan Ambles Sebabkan Kemacetan di Jalan Raya Puspiptek Tangsel


Ia mengatakan, peristiwa tersebut disebabkan beton penahan ambles dan patah terkena air gorong-gorong. 

"Makanya ini kami pasang beton baru," katanya. 

Menurut dia, pemasangan beton baru sebagai fondasi jalan hanya memerlukan waktu dua hari.

Baca juga: Polisi Sebut Tersangka Kasus Jalan Ambles Surabaya Bertambah

"Untuk pengecoran dan finishing itu yang membutuhkan makan waktu," ujar Ilham. 

Selama proses perbaikan berlangsung, Dinas Perhubungan Tangerang Selatan melakukan sistem buka tutup jalan.

Warga yang melintasi Jalan Puspiptek akan dialihkan ke jalan depan Perumahan Serpong Raya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Duren Sawit Terbakar

Megapolitan
Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Ini Efek jika Sembarangan Mengkonsumsi Psikotropika Trihexyphenidyl

Megapolitan
PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

PT INKA Siapkan Tenaga Ahli untuk Kaji Pembangunan Jalur Trem di Bogor

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Pemprov DKI Klaim Ciptakan 111.000 Wirausaha, Baru 13.000 yang Punya Izin

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Pemprov DKI Optimistis Akan Lampaui Target Terciptanya 200.000 Wirausaha Baru

Megapolitan
Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Kerap Masuk ke Permukiman, Kawanan Monyet Liar Resahkan Warga Bogor

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Polisi Tangkap Pemalsu KTP PSK di Bawah Umur

Megapolitan
4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

4 Pelajar Ditangkap, Diduga Keroyok Korban hingga Tewas Saat Tawuran

Megapolitan
BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

BK DPRD Depok Akan Beri Seragam agar Anggota Dewan Disiplin

Megapolitan
Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Tanpa Pelampung dan Tak Pandai Berenang, Fitra Tenggelam Usai Tolong Teman

Megapolitan
Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Tawuran Pelajar di Kebayoran Baru, Sejumlah Pelajar Dibawa Polisi

Megapolitan
Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Sudinkes Pastikan Obat Keras Hexymer Tidak Beredar di Puskesmas Kawasan Jakarta Utara

Megapolitan
Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Dato Sri Tahir: Banjir Era Anies Lebih Cepat Surut Dibanding Gubernur Sebelumnya

Megapolitan
Atap SMKN 24 Jaktim Roboh, DPRD DKI Cium Indikasi Kecurangan Saat Rehab

Atap SMKN 24 Jaktim Roboh, DPRD DKI Cium Indikasi Kecurangan Saat Rehab

Megapolitan
Tolak Tawaran Damai, Keluarga Korban Pemerkosaan Minta Polisi Tindak Oknum PNS Papua

Tolak Tawaran Damai, Keluarga Korban Pemerkosaan Minta Polisi Tindak Oknum PNS Papua

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X