Pemkot Depok Akan Tindak Perusahaan yang Masih Gunakan Air Tanah

Kompas.com - 14/03/2019, 09:23 WIB
Ilustrasi air bersih THINKSTOCKS/KENZAZAIlustrasi air bersih

DEPOK, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Depok akan minindak tegas perusahaan di daerah itu yang masih menggunakan air tanah.

"Kami sedang koordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk lakukan penertiban hingga pencabutan perizinan terhadap perusahaaan yang masih gunakan air tanah," kata Kepala Bidang Keuangan Daerah Kota Depok,  Nina Zatulini, di Hotel Bumiyata, Jalan Margonda, Depok, Rabu (13/3/2019).

Nina mengatakan, pihaknya akan menaikkan harga air tanah tahun ini menjadi Rp 3.900 hingga Rp 4.000 per meter kubik dari sebelumnya Rp 500 per meter kubik.

“Sekarang ini lagi buat kajian dengan konsultan untuk dinaikkan air tanahnya yang sesuai dengan tarif PDAM,” kata dia.

Baca juga: Pemkot Depok Berencana Naikkan Pajak Air Tanah Tahun Ini

Kenaikan harga air tanah itu akan diberlakukan pada rumah tangga mewah dan perusahaan untuk mengurangi penyedotan air secara berlebihan.

Dengan dinaikkan harga air, perusahaan dan rumah mewah di Depok diharapkan akan pindah ke air dari PDAM.

"(Penggunaan) air tanah kan bahaya juga ya buat lingkungan dan dapat mengikis tanah. Untuk itu kami akan menekan seluruh perusahaan besar dan perumahan elite untuk menggunakan air PDAM, " ucapnya.

Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok Imas Dyah Pitaloka sebelumnya menyebutkan bahwa pemakaian air tanah di kawasan Margonda, Depok, masih cukup tinggi.

Imas mengatakan, hampir semua perusahaan besar di Jalan Raya Margonda masih menggunakan air tanah.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

Megapolitan
Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Megapolitan
Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Aturan Ganjil Genap, Perusahaan Jasa Pengiriman Berskala UMKM Terdampak

Megapolitan
Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Perusahaan Jasa Pengiriman Siapkan Opsi Hadapi Ganjil Genap, Pakai Motor hingga Ubah Pelat Kuning

Megapolitan
Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Ini Alasan Anji Wawancara Hadi Pranoto soal Klaim Temuan Obat Covid-19

Megapolitan
Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Meriahkan 17 Agustus di Masa Pandemi, Pemkot Tangerang Gelar Lomba Joget Balon Online

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Wali Kota Tangerang Bantah Bakal Buka Sekolah September 2020

Megapolitan
44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

44 Perusahaan di Jakarta Ditutup Sementara karena Ada Kasus Covid-19

Megapolitan
Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Alasan Ibu Pura-pura Temukan Bayi Terlantar yang Ternyata Anaknya Sendiri...

Megapolitan
Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Sempat Ditutup karena Covid-19, Hari Ini PN Jakbar Kembali Gelar Persidangan

Megapolitan
Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Anji Mengaku Pegal Usai Dicecar 45 Pertanyaan oleh Polisi

Megapolitan
Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Muhamad-Sara Resmi Direkomendasikan sebagai Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada Tangsel

Megapolitan
Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

Hari Pertama Penerapan Sanksi Ganjil Genap, 1.062 Mobil Ditilang

Megapolitan
Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

Kasus Covid-19 di RS Azra, Pemkot Bogor Enggan Berdebat soal Hasil Pemeriksaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X