Pelaku Tusuk Penumpang Transjakarta karena Kesal Lihat Korban Duduk Angkat Kaki

Kompas.com - 14/03/2019, 14:07 WIB
Ilustrasi penusukanKompas Ilustrasi penusukan

JAKARTA, KOMPAS.com — Sudirman (52) nekat melakukan penusukan terhadap seorang penumpang, yakni ES (29), di Halte Transjakarta BKN, Cawang, Jakarta Timur.

Kapolsek Kramatjati Nurdin A Rahman menyebut, pelaku menusuk korban lantaran memiliki trauma terhadap orang yang duduk dengan mengangkat kaki.

Baca juga: Polisi Sebut Penusuk Penumpang Transjakarta Dapat Bisikan Roh Halus

Saat itu, korban menunggu bus di Halte BKN dengan mengangkat kaki sehingga membuat Sudirman tidak suka melihatnya.


Tanpa basa-basi, Sudirman langsung menusuk kaki korban di halte itu.

"Jadi beliau trauma dengan orang sedang duduk sambil mengangkat kaki. Seakan-akan dirinya merasa terhina. Seketika timbul perasaan seperti itu," ucap Nurdin saat dihubungi, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Penumpang Transjakarta Ditusuk di Halte BKN Cawang

Nurdin mengatakan, pelaku yang merupakan seorang konsultan ini membawa pisau dari rumahnya.

"Dia setiap hari bawa pisau. Dia kerja sebagai konsultan di Bogor. Dia kelihatannya sehat, cuma agak stres saja dan traumanya sudah lama," ucapnya.

Saat ini korban dan pelaku sudah dibawa ke Polsek Kramatjati guna penyelidikan lebih lanjut.

Sebelumnya, seorang penumpang Transjakarta ditusuk oleh orang tak dikenal di Halte Transjakarta BKN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (14/3/2019).

Korban yang berinisial ES (29) ditusuk oleh pelaku yang diketahui bernama Sudirman (52) secara tiba-tiba sekitar pukul 11.20. Korban menderita luka tusuk di kaki.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Megapolitan
Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Megapolitan
Seniman Instalasi Bambu Getih Getah Resah Publik Hanya Soroti Anggaran

Seniman Instalasi Bambu Getih Getah Resah Publik Hanya Soroti Anggaran

Megapolitan
Nunung Genggam Erat Tangan Suami Saat Sampaikan Permohonan Maaf

Nunung Genggam Erat Tangan Suami Saat Sampaikan Permohonan Maaf

Megapolitan
Ahok: Saya Tak Mungkin Jadi Menteri, Saya Sudah Cacat di Republik Ini

Ahok: Saya Tak Mungkin Jadi Menteri, Saya Sudah Cacat di Republik Ini

Megapolitan
Polisi Mengaku Awalnya Tidak Tahu Pembeli Sabu adalah Nunung

Polisi Mengaku Awalnya Tidak Tahu Pembeli Sabu adalah Nunung

Megapolitan
Nunung Tak Kooperatif Saat Ditangkap Polisi

Nunung Tak Kooperatif Saat Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tangkap Nunung dan Suami, Polisi Tegaskan Tak Pernah Menarget Profesi Tertentu

Tangkap Nunung dan Suami, Polisi Tegaskan Tak Pernah Menarget Profesi Tertentu

Megapolitan
Suami Nunung Minta Kado Ultah supaya Istri Stop Pakai Narkoba

Suami Nunung Minta Kado Ultah supaya Istri Stop Pakai Narkoba

Megapolitan
Close Ads X