Narkoba yang Dikemas Minuman Ringan Beredar di Tempat Hiburan Malam

Kompas.com - 14/03/2019, 16:37 WIB
Kepala BNNK Jakarta Utara AKBP Yuanita Amelia Sari menunjukkan barang bukti narkoba yang dibungkus kemasan minuman ringan dalam konferensi pers di Kantor BNNK Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKepala BNNK Jakarta Utara AKBP Yuanita Amelia Sari menunjukkan barang bukti narkoba yang dibungkus kemasan minuman ringan dalam konferensi pers di Kantor BNNK Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Narkoba yang dikemas dalam bungkus minuman ringan diketahui beredar di sebuah tempat hiburan malam di Jakarta.

Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara AKBP Yuanita Amelia Sari mengatakan, kedua pengedar berinisial T dan B sengaja mengunjungi tempat hiburan tersebut hanya untuk mengedarkan narkoba berjenis happy water tersebut.

"Seperti tamu dan dia sudah menjadi langganan di sana, jadi sudah biasa. Pelanggannya pun tamu-tamu di sana," kata Yuanita dalam konferensi pers di Kantor BNNK Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019).

Baca juga: Pengedar Narkoba dalam Bungkus Minuman Serbuk adalah Sepasang Kekasih


Yuanita mengatakan, tak menutup kemungkinan pembeli berasal dari kalangan artis atau pejabat sesuai profil pengunjung tempat hiburan tersebut.

Yuanita menuturkan, satu saset narkoba dijual Rp 2.500.000. Padahal, harga belinya sekitar Rp 600.000.

"Satu saset ini bisa dikonsumsi 6-8 orang, jadi mereka bisa party dengan ini," ujarnya. 

Baca juga: Polisi Bekuk Pengedar Narkoba dalam Bungkus Minuman Serbuk

Pihaknya akan bekerja sama dengan Pemprov DKI untuk mengawasi tempat-tempat hiburan malam menyusul temuan narkoba tersebut.

Sebelumnya, BNNK Jakarta Utara membekuk sepasang kekasih pengedar narkoba yang kedapatan mempunyai 26 saset minuman ringan berisi narkoba mengandung mathamphetamine dan benzoate.

"Efek yang ditimbulkan seperti mengonsumsi inex/ ekstasi. Barang bukti ini sering disebut dengan nama happy water," ujar Yuanita.

Akibat perbuatannya, T dan B diancam Pasal 114 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 dan Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Karena Korsleting Listrik, Lima Rumah di Ulujami Dilalap Api

Karena Korsleting Listrik, Lima Rumah di Ulujami Dilalap Api

Megapolitan
Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Kivlan Zen Berikan Bunga kepada Wiranto Sebagai Tanda Persaudaraan

Megapolitan
Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Ahok Yakin Transjakarta Sudah Tahu Cara Atasi Problem Bus Zhong Tong

Megapolitan
Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Ini Kata Ahok soal Bus Zhong Tong yang Dulu Dia Soroti Kini Beroperasi Kembali

Megapolitan
TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

TPU Pondok Ranggon Kekurangan SDM untuk Pelayanan

Megapolitan
Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Krisis Makam, TPU Pondok Ranggon Overload Pada Januari 2020

Megapolitan
Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Nunung Akan Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Hari Ini

Megapolitan
Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Fraksi PAN Kritik Sanitasi Air di Jakarta Pada 2 Tahun Kepemimpinan Anies

Megapolitan
12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

12 Klaim Keberhasilan Anies Selama 2 Tahun Pimpin Jakarta

Megapolitan
Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Ketika Wiranto dan Kivlan Zen Disatukan Nasib, Berseteru dan Bersimpati di RSPAD

Megapolitan
Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Catatan Fraksi PDI-P di 2 Tahun Kepemimpinan Anies, dari Penanganan Banjir hingga Rumah DP 0 Rupiah

Megapolitan
Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Anies Klaim Tingkat Kemacetan Jakarta pada 2018 Menurun dibandingkan 2017

Megapolitan
Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Evaluasi 2 Tahun Anies Jadi Gubernur, PKS Sebut Realisasi Rumah DP 0 Lambat

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Tanah Abang-Bogor Merupakan PHL Pemkot Jakarta Barat

Megapolitan
Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Regulasi Sudah Dipermudah, Pemerintah Harap Banyak Kapal Pesiar Asing Masuk Indonesia

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X