Polisi Tangkap Dukun Cabul yang Tawarkan Jasa via Instagram

Kompas.com - 14/03/2019, 18:57 WIB
DL, tersangka pencabulan dengan modus penawaran jasa sebagai dukun spiritual di akun instagram bernama @dr._a_r. KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELADL, tersangka pencabulan dengan modus penawaran jasa sebagai dukun spiritual di akun instagram bernama @dr._a_r.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menangkap seorang laki-laki berinisial DL yang melakukan perbuatan cabul dengan modus penawaran jasa sebagai dukun spiritual di akun Instagram bernama @dr._a_r, Minggu (27/1/2019).

Kepala Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Purwadi mengatakan, tersangka mengaku bisa membantu korban berinisial ANF untuk menggaet laki-laki dan membuat rezeki menjadi lancar.

Baca juga: Kejagung Belum Respons soal Substansi Kasus Pembunuhan Dukun Santet 1998-1999

"Korban kenal dengan tersangka melalui akun Instagram. Kemudian, tersangka mengirim pesan ke korban berupa nasihat-nasihat dan menawarkan jasa untuk membantu korban menggaet laki-laki. Korban pun percaya dan bertemu dengan tersangka," ujar Purwadi di Polres Jakarta Pusat, Kamis (14/3/2019).


Purwadi menyatakan, ANF bertemu DL di Apartemen Grand Kartini pada Minggu (17/2/2019).

Kemudian, tersangka mengajak korban menuju kamar untuk melakukan ritual-ritual menggaet laki-laki.

Tersangka menyuruh korban untuk membuka baju sebagai syarat ritual tersebut. Tersangka juga memberikan minuman sehingga membuat korban tidak sadarkan diri.

Saat itulah, tersangka melakukan tindakan cabul kepada korbannya.

"Mereka bertemu di Apartemen Grand Kartini. Kemudian korban dikelabui dan tersangka melakukan tindakan pencabulan. Sebelumnya, tersangka sudah memberikan minuman kepada korban sehingga tidak berdaya," ujar Purwadi.

Baca juga: Tanggapan Kejagung soal Laporan Kasus Pembunuhan Dukun Santet 1998-1999

Purwadi mengungkapkan, pihaknya telah menerima empat laporan terkait kasus pencabulan oleh DL.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 285 KUHP dan atau Pasal 286 KUHP dan atau Pasal 289 KUHP tentang tindak pidana dengan kekerasan memaksa perempuan untuk bersetubuh dengan ancaman pidana 12 tahun penjara.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kamis Siang, Ribuan Mahasiswa Bakal Kembali Demo Desak Perppu KPK di Depan Istana

Kamis Siang, Ribuan Mahasiswa Bakal Kembali Demo Desak Perppu KPK di Depan Istana

Megapolitan
Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Kriss Hatta

Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Kriss Hatta

Megapolitan
Cerita Andri Selamat dalam Kecelakaan Beruntun di Ancol meski Mobil Rusak Parah

Cerita Andri Selamat dalam Kecelakaan Beruntun di Ancol meski Mobil Rusak Parah

Megapolitan
Polisi Butuh 15 Hari untuk Tangkap Djeni Pelaku Penggelapan 62 Mobil

Polisi Butuh 15 Hari untuk Tangkap Djeni Pelaku Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Gang Belah Kapal, Tempat Kapal Ribuan Ton Dibelah dan Dipotong-potong

Gang Belah Kapal, Tempat Kapal Ribuan Ton Dibelah dan Dipotong-potong

Megapolitan
Jaksa: Perdamaian Kriss Hatta dan Antony Tidak Menghentikan Proses Hukum

Jaksa: Perdamaian Kriss Hatta dan Antony Tidak Menghentikan Proses Hukum

Megapolitan
Rem Blong, Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun di Ancol

Rem Blong, Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun di Ancol

Megapolitan
Dinas Bina Marga Potong Kabel Semrawut Sepanjang 2,3 KM

Dinas Bina Marga Potong Kabel Semrawut Sepanjang 2,3 KM

Megapolitan
Cerita Nurseha yang Jadi Marketing Meski Miliki Keterbatasan Fisik

Cerita Nurseha yang Jadi Marketing Meski Miliki Keterbatasan Fisik

Megapolitan
Ahok Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf jika Diundang

Ahok Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf jika Diundang

Megapolitan
Operator Zhong Tong: Mereknya Memang China, tapi Komponennya dari Eropa, Amerika, Korea

Operator Zhong Tong: Mereknya Memang China, tapi Komponennya dari Eropa, Amerika, Korea

Megapolitan
Pemkot Depok Dukung Penuh Pembangunan UIII

Pemkot Depok Dukung Penuh Pembangunan UIII

Megapolitan
2 Tahun Kepemimpinan Anies, F-Gerindra Soroti Program Rumah DP Rp 0 dan OK OCE

2 Tahun Kepemimpinan Anies, F-Gerindra Soroti Program Rumah DP Rp 0 dan OK OCE

Megapolitan
Saat Direhabilitasi di RSKO, Nunung Sering Bertukar Cerita dengan Jefri Nichol

Saat Direhabilitasi di RSKO, Nunung Sering Bertukar Cerita dengan Jefri Nichol

Megapolitan
Polisi Sebut Djeni, Pelaku Penggelapan 62 Mobil Punya Kemampuan Pengaruhi Orang

Polisi Sebut Djeni, Pelaku Penggelapan 62 Mobil Punya Kemampuan Pengaruhi Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X