DPRD: Apakah Tanpa Tes, Perombakan 1.125 Pejabat DKI Bisa Objektif?

Kompas.com - 14/03/2019, 20:11 WIB
Caleg PDI Perjuangan nomor urut 3 Dapil 1 DKI Jakarta DPR RI William Yani.Fabian Januarius Kuwado Caleg PDI Perjuangan nomor urut 3 Dapil 1 DKI Jakarta DPR RI William Yani.

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta mempertanyakan objektivitas Pemprov DKI Jakarta dalam merombak 1.125 pejabat secara bersamaan beberapa waktu lalu.

Apalagi, perombakan besar-besaran itu dilakukan tanpa tes.

"Apakah tanpa tes apa pun, (perombakan) 1.125 (pejabat DKI) itu bisa terpotret dengan objektif? Bahwa si ini layak naik, si ini tetap, si ini layak turun (jabatan). Yang 1.125 itu cara memotretnya bagaimana," ujar Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI William Yani saat dihubungi, Kamis (14/3/2019).

Dalam rapat internal Komisi A pada Rabu (13/3/2019), William menyebut sejumlah anggota komisi mempertanyakan banyaknya pejabat yang dirombak dalam satu waktu, termasuk sistem penilaiannya.


Baca juga: DPRD Bentuk Pansus Perombakan Pejabat DKI

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, lanjut William, sebenarnya sudah memberikan laporan tertulis soal perombakan 1.125 pejabat DKI.

Namun, laporan itu tidak rinci, terutama soal alasan pejabat-pejabat yang didemosi. Komisi A masih ingin mendalami penjelasan BKD soal perombakan pejabat itu.

"Kalau enggak ada tes, berarti apa yang paling bisa dinilai? Berarti subjektivitas dari pimpinan langsung kan. Subjektivitas pimpinan itu apakah betul-betul menjadi objektif? Apakah ada like and dislike di situ?" kata William.

Oleh karena itu, Komisi A DPRD DKI sepakat membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki perombakan pejabat DKI. Komisi A akan mengusulkan pembentukan pansus itu kepada pimpinan DPRD DKI.

Pimpinan DPRD nantinya akan meminta persetujuan anggota DPRD soal pembentukan pansus itu dalam rapat paripurna.

Baca juga: DPRD DKI: Rotasi 1.125 Pejabat Munculkan Persepsi Jual Beli Jabatan

"Prosedurnya itu kan nanti harus ada rapat paripurnanya, harus ada persetujuan dari masing-masing fraksi. Kalau pansus itu kan gabungan dari semua komisi, semua fraksi," ucap William.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merombak 1.125 pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yang terdiri dari 15 pejabat eselon II, 274 pejabat eselon III, dan 836 pejabat eselon IV pada Senin (25/2/2019).

Anies menyampaikan, perombakan 1.125 pejabat itu sebenarnya sudah melalui proses analisis jabatan yang panjang selama beberapa bulan.

Proses analisis jabatan di Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjab) juga dilakukan bertahap. Namun, pelantikannya digelar bersamaan untuk menciptakan suasana baru di banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD).

"Saya sengaja lakukan ini sebagai satu proses pelantikan bersama. Ada yang sudah proses Baperjab-nya beberapa bulan yang lalu, tapi saya tidak mau langsung lantik," kata Anies beberapa waktu lalu.



Terkini Lainnya

Kedaluwarsa dan Impor Ilegal, Produk Kopi Pak Belalang Rugikan Negara Rp 1,4 Miliar

Kedaluwarsa dan Impor Ilegal, Produk Kopi Pak Belalang Rugikan Negara Rp 1,4 Miliar

Megapolitan
Polisi Panggil Ustaz Sambo sebagai Saksi Kasus Makar Eggi Sudjana

Polisi Panggil Ustaz Sambo sebagai Saksi Kasus Makar Eggi Sudjana

Megapolitan
Syaikhu Terancam Batal Jadi Cawagub DKI

Syaikhu Terancam Batal Jadi Cawagub DKI

Megapolitan
Polisi Akan Berikan Surat Panggilan Kedua kepada Amien Rais

Polisi Akan Berikan Surat Panggilan Kedua kepada Amien Rais

Megapolitan
Ini Barang Bukti yang Diamankan Saat Menggeledah Tempat Tinggal Lieus Sungkharisma

Ini Barang Bukti yang Diamankan Saat Menggeledah Tempat Tinggal Lieus Sungkharisma

Megapolitan
Saat Ditangkap, Lieus Sungkharisma Lakukan Perlawanan

Saat Ditangkap, Lieus Sungkharisma Lakukan Perlawanan

Megapolitan
Tidak Datang ke Kertanegara, Permadi Mengaku Tak Tahu Eggi Sudjana Serukan 'People Power'

Tidak Datang ke Kertanegara, Permadi Mengaku Tak Tahu Eggi Sudjana Serukan "People Power"

Megapolitan
Polisi Geledah 2 Tempat Tinggal Lieus Sungkharisma

Polisi Geledah 2 Tempat Tinggal Lieus Sungkharisma

Megapolitan
Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Jalan Raya Gudang Peluru Ditutup

Pengumuman Hasil Pemilu 2019, Jalan Raya Gudang Peluru Ditutup

Megapolitan
Permadi Diperiksa Polisi, Begini Klarifikasinya soal Ujaran Kebencian

Permadi Diperiksa Polisi, Begini Klarifikasinya soal Ujaran Kebencian

Megapolitan
Penusukan Pemuda di Setiabudi Saat SOTR Berawal dari Saling Ejek

Penusukan Pemuda di Setiabudi Saat SOTR Berawal dari Saling Ejek

Megapolitan
Jimly Asshidiqie: Orang Lagi Emosi, Caci Maki Tidak Usah Dituduh Makar

Jimly Asshidiqie: Orang Lagi Emosi, Caci Maki Tidak Usah Dituduh Makar

Megapolitan
Pemilihan Wagub, DKI Disarankan Belajar dari Jambi dan Riau

Pemilihan Wagub, DKI Disarankan Belajar dari Jambi dan Riau

Megapolitan
Terkait Robohnya Tembok SDN 11 Pasar Baru, 4 Orang Jadi Tersangka

Terkait Robohnya Tembok SDN 11 Pasar Baru, 4 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Tangkap 1.105 Preman dan 120 Kg Sabu-sabu, Polres Metro Jakbar Masuk Rekor Muri

Tangkap 1.105 Preman dan 120 Kg Sabu-sabu, Polres Metro Jakbar Masuk Rekor Muri

Megapolitan

Close Ads X